
Penyerangan Rumah Dokter di Indramayu, Bupati Minta Penanganan Serius
Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Desa Anjatan Baru, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Seorang dokter menjadi korban penyerangan oleh sekelompok massa. Kejadian ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Lucky Hakim mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini sudah mengarah pada dugaan tindak pidana. Oleh karena itu, ia meminta aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menindaklanjuti laporan tersebut secara tuntas.
Setahu saya ini ada dugaan tindak pidana penganiayaan, jadi saya mengajak korban atau dokter ini untuk melapor ke kepolisian dan saya juga minta kepada kepolisian untuk responsif dan menindaklanjuti laporan tersebut, apalagi kalau sudah ada bukti-buktinya, ujar Lucky saat dihubungi, Sabtu (25/10/2025).
Awal Peristiwa
Peristiwa bermula ketika kegiatan arak-arakan kesenian singa depok sedang berlangsung di desa tersebut pada Kamis (23/10/2025) sore. Saat itu, sang dokter hendak pulang ke rumahnya setelah selesai praktik dari rumah sakit. Namun, di tengah jalan, ia dihadapkan dengan dua arahan yang berbeda.
Saat itu, sang dokter diarahkan menepi, sementara oknum kuwu memintanya berbelok. Hal ini membuat sang dokter bingung. Tidak hanya itu, oknum tersebut justru marah-marah hingga merusak spion mobil korban.
Respons Suami Dokter
Suami sang dokter mendengar kabar tersebut dan segera pulang ke rumah. Setelah sampai, ia menanyakan kejadian tersebut kepada istrinya. Setelah mendengar cerita dari istrinya, suami dokter langsung keluar menuju gerombolan massa yang mengepung rumahnya dari seberang jalan.
Baru saja sampai di tengah jalan, beberapa orang tidak dikenal langsung melakukan pengadangan. Akibatnya, suami dokter tersebut menjadi sasaran pengeroyokan dan mengalami luka pada bagian pipi kanan, kening sebelah kiri, serta belakang telinga kanan.
Pernyataan Bupati
Lucky menyampaikan bahwa menurutnya, kasus ini sudah masuk dalam ranah pidana. Oleh karena itu, siapa pun yang terlibat, termasuk oknum kepala desa, harus bertanggung jawab di mata hukum.
Menurut saya ini sudah urusan pidana, jadi harus dipertanggungjawabkan di mata hukum walaupun dia itu kepala desa atau siapa pun mau kepala pemerintahan dan lain-lain karena ini sudah urusan pidana harus bertanggung jawab, ujar Lucky.
Dugaan Oknum Kuwu dalam Kondisi Mabuk
Selain itu, pihaknya juga mendapat laporan bahwa oknum kuwu tersebut diduga dalam keadaan mabuk. Oleh karena itu, Pemda Indramayu akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
Nah yang saya ingin tahu, pada kejadian hari itu, itu kan jam kerja, apakah benar oknum kuwu tersebut sedang dalam keadaan mabuk-mabukan atau tidak, kita akan cari tahu sama-sama, tambah Lucky.
Penanganan oleh Polisi
Kapolsek Anjatan, AKP H Rasita, menyebut bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban. Dalam kasus ini, polisi telah melakukan langkah-langkah penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan visum terhadap korban.
Kami akan memproses laporan ini secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku, katanya.
Kesimpulan
Kejadian ini menunjukkan pentingnya menjaga keamanan dan kedaulatan hukum di tengah masyarakat. Seluruh pihak, baik aparat pemerintah maupun kepolisian, harus bekerja sama untuk menyelesaikan kasus ini secara adil dan transparan.