M Jusuf, Panglima ABRI Asal Sulawesi yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

admin.aiotrade 25 Okt 2025 5 menit 14x dilihat
M Jusuf, Panglima ABRI Asal Sulawesi yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
M Jusuf, Panglima ABRI Asal Sulawesi yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sejarah dan Peran Jenderal TNI (Purn.) M. Jusuf dalam Kehidupan Bangsa Indonesia

Jenderal TNI (Purn.) Andi Muhammad Jusuf Amir atau lebih dikenal dengan nama Jenderal Jusuf adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Ia tidak hanya menjadi teladan bagi banyak orang, tetapi juga memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga kestabilan negara.

Latar Belakang dan Karier Militer

Jenderal M. Jusuf lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1928. Ia berasal dari keluarga bangsawan Bugis, namun ia memilih untuk menanggalkan gelar aristokratnya dan fokus pada karier militernya. Dalam perjalanan kariernya, Jusuf bergabung dengan Devosi Rakyat Indonesia dari Sulawesi (KRIS) dan kemudian berlayar ke Jawa. Ia memulai karier militernya di Angkatan Laut sebagai ajudan Letnan Kolonel Kahar Muzakkar di Yogyakarta, sebelum beralih ke Angkatan Darat sebagai anggota Polisi Militer.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada tahun 1950, Jusuf menjabat sebagai ajudan Kolonel Alex Evert Kawilarang, Panglima KO-TT VII/Wirabuana, dan ikut serta memadamkan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Ia juga terlibat dalam gejolak daerah saat menandatangani deklarasi Permesta pada Maret 1957 karena keprihatinan atas desentralisasi keamanan di Sulawesi. Namun, ia meninggalkan gerakan itu setelah Pemerintah Pusat membentuk empat Kodam untuk mengamankan Sulawesi pada Mei 1957.

Peran dalam Pemerintahan dan Supersemar

Pada Mei 1958, Jusuf resmi menjabat Panglima Kodam Sulawesi Selatan dan Tenggara, membantu Pemerintah Pusat menumpas gerakan Permesta. Kariernya terus menanjak, dan pada Oktober 1959, ia memimpin Kodam XIV/Hasanuddin. Setelah itu, Jusuf memasuki ranah sipil ketika Presiden Soekarno mengangkatnya sebagai Menteri Perindustrian pada 27 Agustus 1964.

Peran pentingnya terukir pada 11 Maret 1966, saat ia bersama Menteri Veteran Basuki Rachmat dan Panglima KODAM V/Jayakarta Amir Machmud mendatangi Soekarno di Bogor setelah pertemuan kabinet dibubarkan karena situasi yang tidak aman di Jakarta. Ketiga jenderal itu mendesak Soekarno agar memberi kewenangan kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk memulihkan keamanan. Tekanan dari Jusuf dan dua jenderal lainnya, serta lingkaran dalam Soekarno, mendorong Presiden menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Jabatan Panglima ABRI dan Popularitas

Puncak karier militernya tiba pada April 1978 ketika Presiden Soeharto menunjuknya sebagai Panglima ABRI merangkap Menteri Pertahanan dan Keamanan. Sebagai Panglima, Jusuf menjalankan program untuk mengintegrasikan ABRI dengan rakyat (ABRI Masuk Desa). Ia menafsirkan perintah tersebut dengan menjaga netralitas politik ABRI, menjauhkan dukungan aktif dari Golkar dalam Pemilu Legislatif 1982, tidak seperti pemilu sebelumnya.

Jusuf dikenal sebagai jenderal yang sangat memperhatikan kesejahteraan prajuritnya. Ia rutin mengunjungi markas-markas tentara di daerah, menanyakan kabar keluarga dan kondisi mereka, menjadikannya sangat populer di jajaran ABRI.

Hubungan dengan Presiden Prabowo Subianto

Selain itu, Jusuf juga menjadi guru dan mentor bagi Presiden Prabowo Subianto saat muda. Saat muda, Prabowo menjadi perwira muda TNI AD, dan Jenderal M Jusuf saat itu menjabat Panglima ABRI. Dalam beberapa kesempatan, Prabowo menyebut Jenderal M Jusuf sebagai guru sekaligus mentornya. Ia bahkan pernah berkunjung ke Kabupaten Bone Sulsel pada 2013 dan menyampaikan bahwa Jendral Muhammad Yusuf telah menjadi guru baginya saat masih menjabat sebagai Panglima Kostrad.

Usulan Jadi Pahlawan Nasional

Jenderal M Jusuf kembali diusulkan jadi pahlawan nasional. Nama Panglima ABRI ke-7 ini pertama kali masuk ketika Pimpinan Pusat Padepokan Kosgoro 57 mengusulkan Jenderal M Jusuf sebagai pahlawan tahun 2021. Selama empat tahun, nama mantan Menteri Perindustrian ini bergulir di Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Kini, nama Jenderal Asal Makassar kembali masuk ke GTK yang dipimpin Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Keluarga Jenderal M Jusuf, Andi Herry Iskandar, bersyukur nama Jenderal M Jusuf sudah sampai di tingkat Kementerian. "Alhamdulillah kalau sudah diusulkan. Kami berterima kasih, ini menjadi apresiasi," kata Andi Herry Iskandar. Ia berharap usulan tahun ini bisa menetapkan Jenderal M Jusuf sebagai pahlawan nasional. Kini keputusan ada ditangan Presiden Prabowo Subianto.

Daftar Usulan Pahlawan Nasional

Beberapa nama yang diajukan sebagai pahlawan nasional antara lain: * Usulan Baru Tahun 2025 * KH. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur * Demmatande – Sulawesi Barat * KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat * Marsinah – Jawa Timur

  • Usulan Tertunda Tahun 2024
  • Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
  • Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku
  • Jenderal TNI (Purn.) Ali Sadikin – DKI Jakarta
  • Letkol (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Sulawesi Utara
  • Mr. Gele Harun – Lampung
  • Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur
  • Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo
  • Letjen TNI (Purn.) Bambang Sugeng – Jawa Tengah
  • Mahmud Marzuki – Riau
  • Letkol (Purn.) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh
  • Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur
  • Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan
  • Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
  • Marsekal TNI (Purn.) R. Suryadi Suryadarma – Jawa Barat
  • KH. Wasyid – Banten
  • Mayjen TNI (Purn.) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah

  • Usulan yang Dinilai Memenuhi Syarat dan Diajukan Kembali (2011–2023)

  • Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
  • KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
  • H.M. Soeharto – Jawa Tengah
  • KH. Bisri Syansuri – Jawa Timur
  • Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
  • Jenderal TNI (Purn.) M. Jusuf – Sulawesi Selatan
  • H.B. Jassin – Gorontalo
  • Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
  • M. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur
  • dr. Kariadi – Jawa Tengah
  • R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah
  • Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah
  • Raden Soeprapto – Jawa Tengah
  • Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta
  • KH. Sholeh Iskandar – Jawa Barat
  • Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Sumatera Barat
  • Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
  • Prof. Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku
  • Chatib Sulaiman – Sumatera Barat
  • Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi Tengah


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan