Magis Mengguncang Banyuwangi, Penari Diaspora Terpukau dari Amerika hingga Papua

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Magis Mengguncang Banyuwangi, Penari Diaspora Terpukau dari Amerika hingga Papua


Pantai Marina Boom di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi tempat yang penuh makna dalam prosesi Meras Gandrung yang sakral dan menghanyutkan pada Jumat (24/10/2025). Ritual ini merupakan bagian penting dari proses kelulusan para penari gandrung sebelum mereka tampil dalam pementasan kolosal Gandrung Sewu 2025 yang melibatkan 1.400 penari.

Prosesi Meras Gandrung tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kesatuan budaya yang kuat. Kehadiran ratusan penari dari berbagai daerah menunjukkan betapa kuatnya daya tarik tradisi Banyuwangi. Bahkan, ada penari dari diaspora Banyuwangi yang datang jauh-jauh dari Sorong, Papua Barat Daya, serta seorang penari tradisional Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat (AS).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dian Novita, penari tradisional asal AS, mengaku terharu dan merinding saat mengikuti ritual tersebut. Ia menyebut bahwa Meras Gandrung hari ini sangat magis dan menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan langsung ritual ini.

“Saya sampai merinding karena ini pertama kali saya menyaksikannya langsung,” ujarnya. Dian juga menyampaikan bahwa dirinya bersama penari lain telah berlatih dengan keras dan siap memberikan penampilan terbaik pada puncak acara.

“Tinggal istirahat yang cukup, makan teratur. Semoga semuanya dilancarkan dan tidak ada halangan apapun,” tambahnya.

Selain Dian, penari dari Sorong, Papua Barat Daya, Tri Wahyu Puspitasari (20) juga mengungkapkan perasaan yang sama. Ia datang bersama dua rekannya, Debby Fidtriani Sukma (22) dan Tri Utami (21), untuk ikut serta dalam prosesi Gandrung Sewu.

Tri mengatakan bahwa pengalaman pertamanya mengikuti prosesi ini sangat berkesan.

“Setelah mengikuti prosesi Meras Gandrung, jujur saya terharu dan merinding. Kami sengaja jauh-jauh datang ke Banyuwangi hanya untuk merasakan suasana ini. Rasanya luar biasa menari bersama ribuan penari dari Banyuwangi,” katanya.

Kehadiran para penari dari luar Banyuwangi didukung oleh Wakil Bupati Sorong Sutejo beserta jajaran yang datang langsung ke Banyuwangi untuk memberikan semangat.

“Kami didukung penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong. Di sini, kami belajar dari semangat masyarakat Banyuwangi yang mampu menggelar event budaya sebesar ini hingga dikenal ke luar negeri,” ujar Sutejo.

Penari asal Pasuruan, Fitriyatul Sakila (19), juga mengungkapkan hal serupa. Ia datang bersama 24 rekan penari lainnya untuk tampil dalam ajang Gandrung Sewu.

“Rasanya merinding dan tidak menyangka bisa ikut prosesi ini. Harapannya, besok acara berlangsung lancar dan meriah,” ujarnya. Fitriyatul mengungkapkan bahwa salah satu keinginannya sejak kecil adalah tampil di ajang Gandrung Sewu.

Ia bahkan belajar les privat tari dan berlatih dengan tekun demi bisa lolos tampil di Gandrung Sewu.

“Saya belajar tari Gandrung lewat les privat. Saya tertarik karena tari Gandrung beda dari yang lain. Jadi, saya ingin merasakan rasanya jadi penari Gandrung,” tuturnya.

Prosesi Meras Gandrung dipimpin oleh penari gandrung senior legendaris Banyuwangi. Dari ribuan penari yang terlibat, sekitar 200 di antaranya berasal dari luar Banyuwangi, seperti Malang, Kediri, Gresik, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Bali, dan Situbondo.

Ini menunjukkan betapa luasnya cakupan pengikut tradisi Gandrung dan betapa kuatnya kebersamaan dalam menjaga kebudayaan Banyuwangi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan