Mahasiswa IPB Temukan Pengolahan Minyak Jelantah dari Limbah Ampas Tebu

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 27x dilihat
Mahasiswa IPB Temukan Pengolahan Minyak Jelantah dari Limbah Ampas Tebu

Inovasi Mahasiswa IPB University dalam Mengurangi Limbah Minyak Jelantah

Tim Biocoagreen, yang terdiri dari mahasiswa IPB University, berhasil mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah limbah minyak jelantah dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan utama. Proyek ini dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) dan menjadi contoh nyata dari konsep zero waste.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Awal mula dari ide ini berawal dari kekhawatiran terhadap penanganan limbah minyak jelantah yang sering dibuang sembarangan dan merusak lingkungan. Tim Biocoagreen menciptakan produk yang tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah pada limbah organik lainnya. Dengan menggunakan ampas tebu, yang biasanya dihasilkan oleh pedagang es sari tebu, mereka berhasil mengubah minyak jelantah menjadi padatan aman buang.

Tim yang dipimpin oleh Marsha Callista Birachmatika terdiri dari Riswan Yanuar Gani, Elramda Nafis, As Syifa Savitri, dan Keiko Eventius Warman. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kunci keberhasilan pengembangan produk yang inovatif dan berkelanjutan secara ekonomi serta lingkungan.

“Gagasan Biocoagreen terinspirasi dari produk pengeras minyak jelantah yang populer di Jepang. Namun, alih-alih menggunakan bahan sintetis, tim kami mengadaptasi konsep tersebut untuk konteks Indonesia dengan pendekatan ekonomi sirkular,” ujar Marsha melalui keterangan tertulis.

Biocoagreen memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan utama pembuatan oil solidifier. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya menangani limbah minyak, tetapi juga memberi nilai tambah pada limbah organik lain yang melimpah di lingkungan sekitar. Melalui serangkaian uji formulasi, tim berhasil menciptakan produk oil solidifier berbahan dasar ampas tebu. Inovasi ini membantu mengurangi limbah cair berbahaya dari minyak jelantah dan mendorong penerapan ekonomi sirkular.

Produk Biocoagreen dikemas dalam bentuk bundel berisi dua saset dengan varian original dan charcoal. Setiap saset mampu memadatkan 100–150 mL minyak jelantah, yang kemudian dapat dibuang bersama sampah organik tanpa mencemari lingkungan. Dari sisi harga, Biocoagreen memiliki keunggulan kompetitif. Satu bundel hanya dibanderol Rp 7.000 untuk 36 gram produk, jauh lebih terjangkau dibandingkan produk sejenis di pasaran yang mencapai Rp 13.000 per saset.

Menurut Marsha, hasil padatan minyak dari produk ini tengah diteliti untuk dikembangkan sebagai lemak tambahan pakan ternak, membuka peluang diversifikasi manfaat dari satu inovasi yang sama. Saat ini Biocoagreen telah dipasarkan di wilayah Jabodetabek dengan mayoritas pelanggan adalah ibu rumah tangga yang peduli terhadap kebersihan dapur dan lingkungan.

Respons positif masyarakat menunjukkan bahwa kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga semakin meningkat. “Melalui Biocoagreen, kami tidak hanya menunjukkan kemampuan riset dan inovasi, tetapi juga membawa semangat keberlanjutan ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ungkap Marsha.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan