Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung Manfaatkan Cacing BSF Atasi Sampah Rumah Tangga

admin.aiotrade 20 Des 2025 3 menit 32x dilihat
Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung Manfaatkan Cacing BSF Atasi Sampah Rumah Tangga
Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung Manfaatkan Cacing BSF Atasi Sampah Rumah Tangga

Program Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Teknologi di Desa Cibeusi

Politeknik Negeri Bandung (Polban) melalui tim mahasiswa pengabdian masyarakat menghadirkan program pengelolaan sampah rumah tangga berbasis teknologi tepat guna di Desa Cibeusi, Kabupaten Subang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Tujuan utama dari program ini adalah mendorong solusi lingkungan berkelanjutan melalui inovasi sederhana dan partisipatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa Polban menerapkan mesin pencacah sampah organik hasil riset Riswanda, ST., M.Eng., dosen Politeknik Negeri Bandung, yang dikombinasikan dengan teknologi biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Ketua Pelaksana kegiatan, Vicky Wuwung, ST., MT., program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. “Kami ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun peluang ekonomi hijau melalui pemanfaatan maggot BSF,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program. “Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan diperluas secara bertahap, dimulai dari lingkungan desa dan wilayah kecamatan, sehingga model pengelolaan sampah ini dapat direplikasi sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan masyarakat setempat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Polban melakukan pendampingan kepada masyarakat, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengoperasian mesin pencacah, hingga teknik budidaya dan perawatan maggot BSF. Warga dilibatkan secara aktif agar mampu mengelola sistem ini secara mandiri setelah program mahasiswa berakhir.

Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Bandung menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. “Melalui program ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan lingkungan. Pendekatan pendampingan dan pemanfaatan teknologi tepat guna diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Cibeusi. Selain berkurangnya volume sampah organik rumah tangga, warga juga mulai melihat potensi ekonomi dari budidaya maggot BSF sebagai pakan alternatif. Residu hasil biokonversi pun dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sehingga mendukung konsep pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Salah satu warga Desa Cibeusi mengaku program ini memberikan perubahan nyata. “Sekarang sampah organik nggak cuma dibuang begitu aja. Bisa dimanfaatin, lingkungannya juga jadi lebih bersih. Ke depannya kami berharap program ini bisa terus jalan dan makin banyak warga yang ikut, biar manfaatnya makin kerasa,” ujarnya.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM), Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung berkomitmen menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan sebagai solusi nyata dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Program pengelolaan sampah rumah tangga berbasis mesin pencacah dan maggot BSF ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan peluang ekonomi hijau di tingkat desa.

Manfaat dan Dampak Program

  • Program ini memberikan solusi efektif untuk masalah pengelolaan sampah rumah tangga.
  • Mengurangi volume sampah organik melalui proses pencacahan dan biokonversi.
  • Memanfaatkan maggot BSF sebagai sumber pakan alternatif yang bernilai ekonomi.
  • Menghasilkan pupuk organik dari residu biokonversi, sehingga mendukung pertanian berkelanjutan.
  • Melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan sampah, sehingga meningkatkan kesadaran lingkungan.
  • Menjadi contoh program yang dapat direplikasi di daerah lain.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan