Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatra Dapat Bantuan Rp1,25 Juta/Bulan

admin.aiotrade 08 Des 2025 2 menit 15x dilihat
Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatra Dapat Bantuan Rp1,25 Juta/Bulan


Pemerintah telah menyiapkan bantuan sebesar Rp 1.250.000 per bulan untuk mahasiswa yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Bantuan ini akan diberikan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) kepada mahasiswa yang menjadi korban bencana alam, dengan durasi selama tiga bulan.

“Bantuan tersebut berupa biaya hidup sebesar Rp 1.250.000 per bulan atau total Rp 3.750.000 untuk periode tiga bulan,” ujar Direktur Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Fauzan Adziman dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pertemuan tersebut, Fauzan menjelaskan bahwa Kemendiktisaintek akan menganggarkan dana sebesar Rp 59.375 miliar untuk sebanyak 15.833 mahasiswa yang terdampak bencana. Selain itu, pemerintah juga menargetkan mulai memulihkan perguruan tinggi yang terkena dampak banjir dan longsor di Sumatra pada Januari 2026.

Fauzan menyampaikan bahwa total perguruan tinggi yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra mencapai 60 institusi. Berikut rinciannya: * Aceh: 31 perguruan tinggi (4 PTN dan 27 PTS) * Sumatra Utara: 14 perguruan tinggi (1 PTN dan 13 PTS) * Sumatra Barat: 15 perguruan tinggi (9 PTN dan 6 PTS)

“Durasi pemulihan dimulai dari Januari 2026, dengan fokus pada program rehabilitasi jangka menengah,” katanya.

Selain itu, Fauzan menegaskan bahwa Kemendiktisaintek juga memiliki skema tahap penanggulangan darurat yang berlangsung hingga 31 Desember 2025. Skema ini berfokus pada penanganan distribusi logistik, layanan kesehatan darurat, serta pemenuhan kebutuhan dasar untuk penyelamatan jiwa dan pemulihan awal.

Kemendiktisaintek menganggarkan dana sebesar Rp 75.986.474.452 untuk bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak bencana. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kemendiktisaintek, jumlah mahasiswa yang terdampak mencapai 18.824 orang, sedangkan jumlah dosen yang terdampak adalah 1.306 orang. Berikut rinciannya: * Aceh: 1.183 dosen dan 15.801 mahasiswa * Sumatra Utara: 20 dosen dan 2.408 mahasiswa * Sumatra Barat: 103 dosen dan 615 mahasiswa

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sebanyak 921 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdasarkan data sementara hingga Minggu (7/12).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan