
Prestasi Membanggakan Mahasiswa UBSI di NUDC 2025
Prestasi yang luar biasa berhasil diraih oleh dua mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif. Dua mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Akmal Surya Saputra dan Shafa Callista Raihana Arif, resmi menjadi delegasi untuk berlaga dalam National University Debating Championship (NUDC) 2025 tingkat nasional. Mereka sukses menembus 9 besar perguruan tinggi terbaik di tingkat LLDIKTI Wilayah III.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ajang bergengsi ini diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada 20–25 Oktober 2025. Kompetisi debat berbahasa Inggris ini diikuti oleh 96 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi wadah yang sangat bergengsi, yang tidak hanya mengasah kemampuan berpikir kritis, tetapi juga membantu peserta menyusun argumen logis serta berkomunikasi secara akademik secara efektif di tingkat nasional.
Perjalanan Akmal dan Shafa menuju panggung nasional bukanlah hal yang mudah. Mereka harus melewati berbagai tahapan seleksi ketat di tingkat wilayah LLDIKTI III. Selama proses tersebut, mereka menghadapi berbagai universitas ternama di Jakarta dan sekitarnya. Berkat ketekunan, kerja sama yang solid, serta dedikasi tinggi, tim UBSI berhasil menembus persaingan yang ketat dan membawa nama baik kampus ke level nasional.
Ketua Program Studi Sastra Inggris UBSI, Agus Priadi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa ini. Menurut dia, keberhasilan Akmal dan Shafa menjadi bukti bahwa mahasiswa UBSI memiliki kemampuan akademik dan komunikasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
"Prestasi ini tidak hanya membanggakan prodi, tetapi juga memperkuat posisi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang terus mendukung mahasiswa untuk berkembang secara akademik maupun soft skill. Kami berharap prestasi seperti ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi dan berprestasi di berbagai bidang," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (22/10/2025).
Agus menambahkan bahwa kompetisi seperti NUDC sangat penting untuk membentuk karakter mahasiswa yang kritis dan berwawasan global. "Debat bukan sekadar ajang adu argumen, tetapi latihan berpikir sistematis, logis, dan komunikatif. Ini adalah bekal penting bagi mahasiswa di era digital yang menuntut kemampuan berpikir cepat dan cerdas dalam mengambil keputusan," kata Agus.
Peran Kompetisi dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa
Kompetisi debat seperti NUDC tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan berbicara dan berargumen, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis. Melalui pertandingan ini, para peserta belajar bagaimana merancang argumen yang kuat, menghadapi lawan dengan strategi yang tepat, serta menjaga ketenangan dalam situasi yang penuh tekanan.
Selain itu, NUDC juga menjadi ajang pembelajaran tentang kerja sama tim dan manajemen waktu. Setiap peserta harus bekerja sama dengan rekan satu tim untuk mempersiapkan materi debat, membagi tugas, dan saling mendukung selama kompetisi berlangsung. Proses ini melatih keterampilan sosial dan emosional yang sangat penting dalam dunia pendidikan maupun karier.
Harapan untuk Masa Depan Mahasiswa
Dengan keberhasilan Akmal dan Shafa, UBSI semakin memperkuat reputasinya sebagai kampus yang mampu menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bahwa kampus yang fokus pada pengembangan teknologi dan kreativitas bisa menghasilkan lulusan yang unggul di berbagai bidang.
Kepala Program Studi Sastra Inggris berharap, prestasi ini akan menjadi awal dari banyak prestasi lainnya. "Kami berharap, keberhasilan Akmal dan Shafa bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berusaha dan berinovasi. Kampus akan terus mendukung setiap langkah yang dilakukan mahasiswa untuk mencapai tujuan mereka," tambah Agus.
Kesimpulan
Prestasi Akmal dan Shafa di NUDC 2025 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UBSI, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui kompetisi seperti ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan intelektual dan sosial, yang akan sangat bermanfaat dalam masa depan mereka. Dengan dukungan dari kampus dan semangat juang yang tinggi, generasi muda Indonesia dapat terus berkembang dan berkontribusi positif di berbagai bidang.