
Pelatihan Keterampilan Kuliner Berbasis Teknologi AI untuk UMKM dan Mahasiswa
Yayasan Indonesia Setara (YIS), Gebrakan Anak Negeri (GAN), serta Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) di Lampung menggelar Workshop Camilan Sehat Olahan Ikan berupa nugget dan dimsum pada Sabtu (18/10/2025). Acara ini dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus UMPRI, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pringsewu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tujuan utama dari workshop ini adalah membuka peluang usaha rumahan berbasis olahan ikan lokal. Peserta diberikan keterampilan dalam membuat nugget dan dimsum yang siap jual. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pemasaran digital. Hal ini bertujuan agar para peserta dapat lebih mudah memasarkan produknya secara online.
Dekan Fakultas Syariah dan Fakultas Komputer UMPRI, Dr. Rimanto, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, workshop ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik lapangan. “Kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman riil di dunia usaha. Harapannya, keterampilan wirausaha yang mereka pelajari bisa langsung diterapkan, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan pelaku UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Pendiri YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat kesetaraan dan kolaborasi. “Kami membangun YIS dengan tujuan memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang dalam bekerja, berkontribusi, dan memperoleh pendidikan. Workshop ini adalah salah satu cara kami mewujudkan hal itu,” katanya.
Menurut Sandiaga Uno, pelatihan kuliner dipilih karena relatif terjangkau, mudah dipraktikkan, dan cepat memberikan hasil ekonomi. “Kelas memasak seperti ini tidak hanya mengangkat cita rasa lokal, tetapi juga memperkuat jejaring UMKM melalui kolaborasi. Bukan semata mencari keuntungan, tetapi juga membangun silaturahmi dan saling menguatkan,” tambahnya.
Selain keterampilan memasak, peserta juga diperkenalkan pada penggunaan teknologi seperti AI/ChatGPT untuk mendukung pemasaran produk. Mereka belajar menulis caption, menyusun materi promosi, hingga membuat konten digital untuk membuka pemesanan (open order) secara daring. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk yang dihasilkan oleh peserta.
Sedangkan Ketua GAN, Evie Sofia, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan YIS dan UMPRI. “Peserta datang dengan semangat belajar dan ingin menjadi perempuan yang mandiri secara ekonomi. Kami fokus pada camilan sehat dari ikan dan sayuran dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya di wilayah Pringsewu Selatan,” ujarnya.
Evie menambahkan, program ini juga didasarkan pada temuan riset inkubasi bisnis mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), yang menunjukkan perlunya pendistribusian ikan secara merata di kawasan tersebut. Dengan adanya workshop ini, diharapkan dapat mempercepat distribusi ikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Manfaat dan Tujuan Workshop
Workshop ini memiliki beberapa manfaat yang signifikan, antara lain:
- Meningkatkan keterampilan kuliner peserta dalam membuat camilan sehat dari ikan.
- Memberikan pengetahuan tentang penggunaan teknologi AI untuk pemasaran digital.
- Membangun jaringan antara kampus, pelaku UMKM, dan masyarakat.
- Mengangkat citra lokal melalui produk-produk yang berasal dari bahan-bahan lokal.
- Mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan.
Dengan kombinasi pelatihan keterampilan dan pemanfaatan teknologi, workshop ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor UMKM dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di masa depan, diharapkan akan ada lebih banyak program serupa yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.