Malaysia Incar Peluang Investasi di Aceh, Ini Tanggapan Wagub

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 24x dilihat
Malaysia Incar Peluang Investasi di Aceh, Ini Tanggapan Wagub
Malaysia Incar Peluang Investasi di Aceh, Ini Tanggapan Wagub

Peluang Investasi Aceh Dijajaki oleh Dewan Perniagaan Serumpun Malaysia-Aceh

Pemerintah Aceh sedang menjajaki peluang investasi dari pihak luar, khususnya dari Malaysia. Hal ini terungkap saat Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima kunjungan dari Dewan Perniagaan Serumpun Malaysia-Aceh, Indonesia (DPSMAI). Kunjungan tersebut berlangsung di ruang rapat Wakil Gubernur Aceh pada Senin (6/10/2025).

Dalam pertemuan ini, turut hadir Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh beserta sejumlah kepala SKPK lainnya. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk menyampaikan rencana investasi DPSMAI di Aceh dan membahas peluang kerja sama antara Aceh dan Malaysia di berbagai sektor seperti pariwisata, industri, pertanian, hingga peternakan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Wagub Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas upaya kerja sama yang dilakukan DPSMAI. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan setiap investasi memberikan manfaat nyata dan tidak merugikan masyarakat.

“Walau cuaca di Aceh ini sering panas, tapi orang-orang Aceh itu dingin (ramah dan terbuka). Pemerintah harus hadir dan memastikan bahwa setiap investasi benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Wagub Fadhlullah.

Potensi Besar Aceh yang Belum Tersentuh

Sementara itu, Wakil I DPSMAI, Norazmi Bin Kamaruzaman, dalam paparannya menyebutkan bahwa Aceh memiliki potensi besar di berbagai sektor. Ia menilai Aceh juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan berdaya saing, namun belum termaksimalkan karena kurangnya investor.

Ia berharap kehadiran DPSMAI dapat membantu memperkuat ekonomi daerah melalui investasi yang berkelanjutan. “Saya melihat banyak sekali potensi di Aceh. Orang-orang Aceh juga hebat dari segi kreativitas namun masih terhambat karena kurangnya investor yang masuk, karena itulah kami hadir untuk bekerja sama dengan Aceh,” ujarnya.

Langkah Selanjutnya

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen untuk menindaklanjuti hasil pembahasan melalui tahapan perencanaan dan penyusunan rencana investasi yang lebih jelas dan terarah antara Pemerintah Aceh dan DPSMAI.

Beberapa isu penting yang dibahas antara lain:

  • Kualitas komoditas lokal: Fadhlullah menyampaikan kekhawatiran tentang perdagangan yang tidak adil terhadap komoditas nilam Aceh, yang memiliki kualitas unggul dengan kadar patchouli alcohol (PA) tinggi, namun masih merugikan petani.
  • Peran pemerintah: Pemerintah Aceh akan memastikan bahwa semua investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
  • Kolaborasi lintas sektor: DPSMAI menawarkan kerja sama di berbagai bidang seperti pariwisata, industri, pertanian, dan peternakan.

Kesimpulan

Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun hubungan kerja sama antara Aceh dan Malaysia. Dengan potensi yang dimiliki Aceh dan dukungan dari DPSMAI, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan