
Kesalahan Penyebutan Nama Presiden Indonesia dalam Siaran Langsung KTT ASEAN ke-47
Departemen Penyiaran Malaysia mengakui adanya kesalahan dalam penyebutan nama Presiden Republik Indonesia selama siaran langsung Radio Televisyen Malaysia (RTM) pada acara KTT ke-47 ASEAN. Dalam dua kesempatan, nama Presiden RI yang seharusnya Prabowo Subianto disebutkan sebagai Joko Widodo.
Dalam pernyataan resmi yang diterima oleh media, Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa kesalahan ini terjadi karena kesalahan dari komentator siaran yang memanggil Presiden Republik Indonesia dengan nama yang tidak tepat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
RTM memandang serius masalah ini dan telah mengambil tindakan yang tepat. RTM dengan ini meminta maaf kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang terdampak oleh kesalahan ini, jelas mereka dalam pernyataannya.
Selain itu, RTM juga berkomitmen untuk meningkatkan kontrol redaksi dan pengecekan fakta agar setiap informasi yang disampaikan akurat dan berintegritas.
Peristiwa Tak Terduga Saat Pembukaan KTT ASEAN ke-47
Pembukaan KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, sempat diwarnai kejadian tak terduga. Di tengah suasana resmi penyambutan para delegasi dan kepala negara, pembawa acara keliru memanggil Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan nama Joko Widodo.
Kesalahan ini terjadi saat pembawa acara menyampaikan sambutan dalam bahasa Inggris. Ia mengucapkan:
"Yang memperkuat komunitas ASEAN di tahun-tahun mendatang, Yang Mulia Joko Widodo Presiden Republik Indonesia, kini menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan anggota pendiri ASEAN. Indonesia terus menjadi suara sentral dalam identitas geopolitik dan keterlibatan global ASEAN. Selamat datang Yang Mulia..."
Permintaan Maaf dari Host Acara
Dalam acara tersebut, pembawa acara akhirnya menyampaikan permintaan maaf di hadapan para delegasi dan kepala negara, menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan tidak disengaja.
Kami dengan tulus meminta maaf kepada delegasi Indonesia dan seluruh tamu terhormat, atas kesalahan sebelumnya. Kami sangat menghormati kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ujar host.
Tanggapan Internasional
Peristiwa ini juga menarik perhatian internasional, termasuk dari tokoh seperti Donald Trump yang memberikan apresiasi terhadap hubungan antara Indonesia dan Malaysia dalam konteks perdamaian Gaza.
Tindakan Lanjutan dari RTM
Setelah kejadian ini, RTM melakukan investigasi internal untuk memastikan bahwa kesalahan serupa tidak terulang di masa depan. Mereka juga akan memperkuat proses verifikasi informasi sebelum disiarkan.
Reaksi dari Pihak Indonesia
Pihak Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, menerima permintaan maaf dari RTM dengan baik. Mereka mengapresiasi sikap profesional dan transparan dari pihak Malaysia dalam menangani insiden ini.