Malaysia Tahan Dua Kapal Nelayan Rohil, Pemkab Koordinasi Langsung

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Malaysia Tahan Dua Kapal Nelayan Rohil, Pemkab Koordinasi Langsung

Dua Kapal Nelayan dari Bagansiapiapi Ditangkap oleh Otoritas Malaysia

BAGANSIAPIAPI (aiotrade.CO) – Dua kapal nelayan asal Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), dikabarkan ditangkap oleh otoritas Malaysia saat berada di perairan Rohil yang berbatasan dengan Selat Melaka. Kejadian tersebut terjadi beberapa hari lalu dan kini sedang ditangani oleh pihak berwenang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Perikanan Rohil, M Amin SPi MSi, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi awal mengenai penangkapan tersebut, pihaknya langsung menginstruksikan Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Romi, untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut dan berkoordinasi dengan para nelayan.

“Hasil penelusuran menunjukkan benar dua kapal nelayan asal Bagansiapiapi, dengan total 10 orang nelayan, telah diamankan oleh otoritas Malaysia. Masing-masing kapal berawak lima orang,” ujarnya, Ahad (9/11).

Amin menuturkan, kapal pertama dipimpin oleh tekong bernama Syamsudin, sementara kapal kedua dinakhodai Melis. Masing-masing membawa empat anak buah kapal (ABK).

Menindaklanjuti kejadian ini, Bupati Rohil H Bistamam langsung menginstruksikan Dinas Perikanan untuk berkoordinasi dengan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Provinsi Riau, Umar Dani, serta Plt Kepala Dinas Perikanan Provinsi Riau.

“Laporan resmi telah kami sampaikan untuk meminta dukungan penanganan. Pihak provinsi memastikan akan menindaklanjuti kasus ini. UPT Bidang Pengawasan juga sudah diminta mengumpulkan informasi dan mengambil langkah terbaik,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa urusan kewenangan laut berada di tingkat provinsi, sehingga koordinasi intensif terus dilakukan agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan cepat dan sesuai prosedur.

Amin juga meminta keluarga para nelayan untuk tetap tenang. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar persoalan ini segera terselesaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil, Rivi, melalui sekretarisnya Amrial, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan berharap langkah diplomatik segera dilakukan untuk memulangkan para nelayan.

Proses Penanganan Kasus

Dalam upaya menyelesaikan masalah ini, pihak Dinas Perikanan Rohil bekerja sama dengan instansi terkait di tingkat provinsi. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua prosedur hukum dan administratif dilakukan secara tepat dan transparan.

Selain itu, tim pengawasan juga sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk memperoleh informasi lengkap tentang kejadian tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam penanganan kasus ini.

Pihak berwenang juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan para nelayan di masa depan. Termasuk dalam hal ini adalah penguatan kerja sama dengan pihak Malaysia untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Tindakan yang Diambil

Beberapa tindakan telah diambil sebagai respons terhadap penangkapan ini:

  • Pihak Dinas Perikanan Rohil telah memberikan laporan resmi kepada pihak provinsi.
  • Koordinasi intensif dilakukan antara Dinas Perikanan Rohil dan instansi terkait di tingkat provinsi.
  • Tim pengawasan sedang mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.
  • Pihak berwenang sedang mempertimbangkan langkah-langkah hukum dan diplomatis untuk menyelesaikan kasus ini.

Harapan dan Upaya Bersama

Para nelayan dan keluarga mereka berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan dengan cara yang adil dan manusiawi. Selain itu, mereka juga berharap agar pihak berwenang dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para nelayan di masa depan.

Harapan besar juga ditempatkan pada pihak Malaysia untuk bersikap bijaksana dalam menangani kasus ini. Dengan demikian, hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia dapat tetap terjalin dengan baik, serta kepentingan para nelayan dapat terjaga.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk tetap tenang dan saling mendukung. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan kasus ini dapat segera selesai tanpa menimbulkan konsekuensi yang lebih buruk.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan