
Perjalanan Tijjani Reijnders di Manchester City yang Mengalami Perubahan
Tijjani Reijnders, gelandang asal Belanda yang bergabung dengan Manchester City pada 2025, kini menghadapi situasi yang tidak terduga. Awalnya ia diharapkan menjadi pilar penting dalam lini tengah The Citizens, tetapi seiring berjalannya waktu, posisinya mulai terpinggirkan dari strategi pelatih Pep Guardiola.
Dari Andalan Jadi Tergusur di Skuad Guardiola
Kedatangan Reijnders ke Manchester City awalnya disambut positif. Ia tampil impresif di awal musim 2025/2026, termasuk mencatatkan gol dan assist dalam debut Liga Inggris melawan Wolverhampton Wanderers. Namun, perannya mulai berubah seiring waktu. Ia tidak lagi menjadi pilihan utama dan harus bersaing ketat untuk mendapatkan menit bermain.
Perubahan strategi permainan Guardiola menjadi salah satu faktor utamanya. Bernardo Silva mulai mengisi peran di sisi kiri, sedangkan opsi lain seperti OReilly dan Rayan Cherki membuat persaingan di lini tengah semakin ketat. Hal ini menyebabkan Reijnders perlahan tersisih dari susunan utama skuad Manchester City.
Penurunan Performa Terlihat Jelas dari Statistik
Penurunan performa Reijnders tidak hanya terlihat dari perannya di lapangan, tetapi juga tercermin dari data statistik. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah menit bermainnya di liga hanya mencapai 1.503 menit, jauh lebih rendah dibandingkan 3.132 menit pada musim sebelumnya. Jumlah starter juga turun drastis dari 36 menjadi 17 pertandingan.
Kontribusi langsungnya pun ikut menurun, dari 10 gol menjadi 5 gol, serta assist dari 4 menjadi hanya 2. Intensitas permainannya juga mengalami penurunan, mulai dari jumlah tembakan, sentuhan bola hingga peluang emas yang diciptakan.
Manchester City dikabarkan juga sedang mengincar gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson. Langkah tersebut memperkuat sinyal adanya perubahan komposisi di lini tengah. Bahkan, laporan menyebutkan bahwa klub mulai mempertimbangkan untuk melepas Reijnders pada bursa transfer musim panas mendatang.
Meski masih sebatas rumor, peluang tersebut cukup terbuka melihat situasi yang ada. Saat ini, Reijnders juga masih diminati sejumlah klub Eropa. Namun, dengan nilai transfer yang sebelumnya menyentuh angka sekitar 70 juta euro atau Rp1,414 triliun, kepindahan Reijnders diprediksi tidak akan mudah terealisasi.
Mengenal Tijjani Reijnders
Tijjani Reijnders lahir di Zwolle, Belanda, pada 29 Juli 1998. Pemain berusia 27 tahun ini memiliki tinggi badan 185 cm. Nilai pasarnya pun terbilang tinggi, yakni mencapai sekitar Rp1,04 triliun, menandakan kualitas dan potensinya di level tertinggi sepak bola Eropa.
Saat ini, Reijnders berstatus sebagai pemain Manchester City setelah bergabung pada 10 Juni 2025 dengan kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2030. Sepanjang kariernya, Reijnders telah membela sejumlah klub. Di Manchester City, ia telah mencatatkan 48 pertandingan dengan kontribusi 7 gol dan 8 assist.
Selain itu, ia juga pernah bermain untuk AZ Alkmaar U21, PEC Zwolle U19, dan RKC Waalwijk sebagai bagian dari perjalanan kariernya. Bersama AZ Alkmaar, pemain asal Belanda itu mencatatkan 128 pertandingan dengan kontribusi 13 gol dan 15 assist. Saat memperkuat AC Milan, ia tampil dalam 104 laga dengan torehan 19 gol dan 9 assist.
Jika dilihat dari keseluruhan kompetisi, Reijnders telah mengoleksi ratusan pertandingan di level domestik maupun internasional. Di liga nasional, ia mencatatkan 321 pertandingan dengan 49 gol dan 38 assist. Sementara di kompetisi internasional, ia telah tampil sebanyak 60 kali dengan sumbangan 8 gol dan 6 assist.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Reijnders bukan hanya sekadar gelandang pengatur permainan, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam menciptakan peluang hingga mencetak gol.