Mandi di Sungai Kedunglarangan, Pemuda Sidoarjo Tewas Terpeleset

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Mandi di Sungai Kedunglarangan, Pemuda Sidoarjo Tewas Terpeleset

Warga Pasuruan Geger Temukan Jenazah di Sungai Kedunglarangan

Di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, warga Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, mengalami kaget setelah menemukan jenazah di sungai Kedunglarangan pada Senin (20/10/2025). Kejadian ini terjadi saat korban sedang mandi di sungai tersebut. Berdasarkan dugaan sementara, korban tewas setelah terpeleset dan tenggelam.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari informasi yang diperoleh dari warga sekitar, kondisi jenazah sudah dalam keadaan mengapung dan hanya mengenakan celana pendek. Saat menemukan jenazah, warga langsung melakukan tindakan awal dengan mencoba memindahkan sosok jenazah tersebut secara manual, yaitu dengan menariknya bersama-sama sambil berenang.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari warga dan segera mengirimkan tim inafis untuk mengecek lokasi kejadian. Tim tersebut kemudian melakukan identifikasi terhadap jenazah sebelum proses evakuasi dilakukan.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa korban bernama Mochammad Fuad Al Wafa (28) yang berasal dari Dusun Krajan, Desa Candi, Kabupaten Sidoarjo. Pihak kepolisian juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau luka bekas benda tumpul pada tubuh korban.

Menurut keterangan sejumlah warga, korban sempat mengamen di perkampungan dekat sungai sebelum akhirnya memutuskan untuk mandi di Sungai Kedunglarangan. Sungai ini dikenal memiliki arus yang cukup deras, terutama di bawah jembatan.

"Dari keterangan warga, korban terpleset dan tenggelam saat mandi di sebelah utara gerojokan sungai yang memiliki arus deras," ujar Iptu Joko Suseno.

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak kepolisian memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mandi sembarangan di sekitar grojokan Sungai Kedunglarangan. Hal ini dikarenakan tekanan arus di area tersebut sangat deras dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.

Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Pihak Berwajib

Berikut beberapa langkah yang telah diambil oleh pihak kepolisian:

  • Melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut
  • Mengidentifikasi jenazah korban melalui data dan ciri-ciri fisik
  • Memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau pelanggaran hukum lainnya
  • Memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area yang berbahaya

Peringatan bagi Masyarakat

Pihak kepolisian menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya yang bisa terjadi jika tidak berhati-hati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Tidak mandi di daerah yang memiliki aliran air deras
  • Menjauhi area yang dikenal rawan seperti grojokan sungai
  • Memperhatikan kondisi cuaca dan aliran air sebelum melakukan aktivitas di sekitar sungai

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan menghindari risiko yang tidak diinginkan. Selain itu, kepolisian juga akan terus memantau situasi di sekitar sungai untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan