
Peran dan Strategi Mandiri Capital Indonesia dalam Mendukung Startup di Indonesia
PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), sebuah perusahaan modal ventura, menganggap bahwa dinamika pendanaan startup di Indonesia sedang menghadapi tantangan akibat informasi yang cenderung negatif. Namun, Direktur Utama MCI, Ronald Simonangkir, melihat hal ini sebagai peluang untuk belajar dan memperkuat lanskap investasi startup di masa depan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“MCI terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang lebih sehat dan kompetitif. Sebagai bagian dari konglomerasi keuangan Bank Mandiri, MCI memiliki peran untuk mendukung perusahaan rintisan dari berbagai sektor agar bisa bersinergi dan saling memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Dalam dua tahun terakhir, MCI fokus pada penguatan sisi manajemen risiko sebelum memberikan pendanaan kepada startup. Hal ini dilakukan melalui strategi end-to-end risk assessment yang diterapkan di setiap tahapan proses investasi. Berikut beberapa langkah utama yang dilakukan:
-
Pemeriksaan mendalam (due diligence)
Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa startup yang akan didanai memiliki potensi yang kuat dan berkelanjutan. -
Pemantauan kinerja startup secara intensif
MCI melakukan pengawasan melalui laporan berkala dan kunjungan rutin agar dapat mengetahui perkembangan startup secara real-time. -
Sistem peringatan dini (early warning system)
Sistem ini memungkinkan MCI untuk cepat melakukan mitigasi risiko jika ada indikasi masalah pada startup yang didanai.
Selain itu, MCI juga konsisten meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) dengan mewajibkan seluruh pegawai lulus asesmen sertifikasi manajemen risiko yang terdaftar di OJK.
Meski demikian, Ronald mengakui bahwa industri modal ventura masih menghadapi tantangan utama, yaitu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis (growth), keuntungan (profitability), keberlanjutan (sustainability), dan tata kelola yang baik (governance).
Untuk menghadapi tantangan tersebut, MCI mengambil tiga langkah utama:
-
Penajaman arah dan strategi investasi
Investasi dilakukan sesuai dengan rencana bisnis dan risk appetite Mandiri Group. -
Pemutakhiran proses investasi
Dengan strategi integrated investment, end-to-end risk management, dan data analytics, MCI berupaya meningkatkan efisiensi dan keandalan proses investasi. -
Peningkatan kualitas SDM
Peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas untuk menjaga keberlanjutan portofolio perusahaan.
Perubahan Tren di Industri Fintech
Ronald juga menyebutkan bahwa saat ini, industri financial technology (fintech) tidak lagi berlomba-lomba menjadi super apps atau penyedia layanan satu pintu. Hal ini karena lembaga jasa keuangan seperti perbankan mulai mengadopsi model serupa.
“Investor fintech kini lebih jeli dalam melihat potensi investasi di berbagai jenis layanan keuangan berbasis teknologi. Selain melihat potensi demografi dan penetrasi teknologi, mereka juga mempertimbangkan seberapa cepat teknologi menjadi usang serta kemampuan adaptasi fintech agar solusi yang ditawarkan tetap relevan,” jelasnya.
Kondisi Industri Modal Ventura Saat Ini
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyatakan bahwa perusahaan modal ventura saat ini lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan, terutama di tengah tantangan ekosistem startup.
“Penyaluran modal ventura masih tetap berlanjut secara selektif dengan fokus terutama pada startup yang memiliki model bisnis yang berkelanjutan,” tegasnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa pada September 2025, pembiayaan modal ventura mencapai Rp16,29 triliun, turun tipis 0,24% (MtM). Meski demikian, nilai pembiayaan modal ventura tumbuh 0,25% year on year (YoY). Nilai aset industri modal ventura juga mencapai Rp26,76 triliun, naik 2,33% YoY dari Rp26,15 triliun.
Kesimpulan
Dengan strategi yang matang dan peningkatan kapabilitas SDM, MCI terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan startup di Indonesia. Meski menghadapi tantangan, perusahaan ini tetap optimis bahwa investasi yang selektif dan berkelanjutan akan membawa dampak positif bagi ekosistem startup di masa depan.