Manfaatkan Lahan Sempit, RW 01 Cipaganti Kembangkan Buruan Sae untuk PMT Balita

admin.aiotrade 24 Des 2025 4 menit 13x dilihat
Manfaatkan Lahan Sempit, RW 01 Cipaganti Kembangkan Buruan Sae untuk PMT Balita
Manfaatkan Lahan Sempit, RW 01 Cipaganti Kembangkan Buruan Sae untuk PMT Balita

Inovasi Warga RW 01 Cipaganti dalam Membangun Kebun Vertikal

Di tengah keterbatasan lahan, warga RW 01 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menunjukkan semangat inovasi yang luar biasa. Melalui pemanfaatan ruang sempit, mereka berhasil menciptakan Buruan Sae, sebuah kebun vertikal yang bertujuan untuk mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.

Ketua RW 01 Cipaganti, Wiwin Bindawati, menjelaskan bahwa konsep kebun vertikal dipilih karena kondisi wilayah yang minim lahan terbuka. Meski skala kebun ini tergolong kecil, hasilnya cukup produktif. Setiap bulan, kebun ini mampu memberikan panen rutin yang bisa digunakan untuk kebutuhan PMT.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hasil panen dari Buruan Sae akan langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan PMT yang dilaksanakan secara berkala. Sayuran segar yang dihasilkan digunakan sebagai bahan tambahan menu PMT, sehingga dapat meningkatkan asupan gizi bagi balita. Dengan demikian, kebun ini tidak hanya menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat setempat.

Berbagai jenis tanaman dibudidayakan di kebun tersebut, antara lain cabai, pakcoy, selada, bayam, dan stroberi. Bibit tanaman diperoleh melalui program Prakarsa yang diterima RW 01 sebagai penerima manfaat. Dengan begitu, warga hanya perlu mengelola dan memaksimalkan hasil dari bibit tersebut.

Saat ini, kebun Buruan Sae RW 01 masih dalam tahap awal dan belum memasuki masa panen penuh. Usia tanaman saat ini sekitar 25 hari. Di wilayah RW 01 sendiri tercatat sebanyak 124 balita menjadi sasaran PMT serta 118 lansia yang aktif mengikuti kegiatan sosial.

Keberadaan Buruan Sae diharapkan dapat membantu melengkapi kebutuhan bahan pangan dari dana PMT yang sudah dialokasikan pemerintah. Ke depan, pengelola berharap kebun tersebut dapat dikembangkan dengan skala yang lebih besar apabila tersedia lahan tambahan serta dukungan dari dinas terkait.

Manfaat dan Tantangan dalam Pengembangan Kebun Vertikal

Kebun vertikal yang dibangun oleh warga RW 01 memiliki beberapa manfaat yang signifikan. Pertama, kebun ini efisien dalam penggunaan ruang, sehingga cocok untuk lingkungan perkotaan yang seringkali memiliki lahan terbatas. Kedua, kebun ini menyediakan pasokan sayuran segar yang dapat digunakan untuk kebutuhan makanan tambahan bagi balita, sehingga meningkatkan kualitas nutrisi yang diterima.

Selain itu, kebun ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga, terutama anak-anak, tentang pentingnya pertanian dan keterampilan berkebun. Dengan begitu, warga tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga pengetahuan yang bermanfaat untuk masa depan.

Namun, pengembangan kebun vertikal ini juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan lahan yang membuat skala kebun terbatas. Selain itu, perlu adanya dukungan teknis dan finansial dari pihak terkait agar kebun ini dapat berkembang lebih jauh.

Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Mengembangkan Kebun Vertikal

Untuk mengembangkan kebun vertikal, warga RW 01 telah melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, mereka memanfaatkan program Prakarsa yang disediakan oleh pemerintah. Program ini memberikan bibit tanaman yang dapat langsung ditanam oleh warga.

Kedua, warga melakukan pengelolaan secara mandiri. Dengan bantuan dari kelompok tani dan organisasi masyarakat, warga RW 01 mampu mengelola kebun secara efektif dan berkelanjutan.

Ketiga, warga juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memperoleh dukungan dalam bentuk pelatihan dan teknologi pertanian modern. Dengan begitu, kebun vertikal dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Masa Depan Buruan Sae

Dengan potensi yang dimiliki, Buruan Sae RW 01 memiliki masa depan yang cerah. Jika lahan tambahan tersedia dan dukungan dari pihak terkait diberikan, kebun ini dapat berkembang menjadi pusat produksi sayuran segar yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kebun ini juga bisa menjadi model bagi komunitas lain yang ingin mengembangkan inovasi serupa. Dengan begitu, keberadaan Buruan Sae tidak hanya bermanfaat bagi warga RW 01, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Kesimpulan

Buruan Sae RW 01 Cipaganti merupakan contoh nyata dari inovasi dan kreativitas warga dalam menghadapi keterbatasan lahan. Dengan konsep kebun vertikal, warga berhasil menciptakan solusi yang tidak hanya efisien dalam penggunaan ruang, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan balita dan masyarakat sekitar.

Melalui kerja sama dan dukungan yang terus-menerus, kebun ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon inovasi pertanian di kota Bandung.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan