Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj: Pesantren Jangan Dibully

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj: Pesantren Jangan Dibully

Kritik terhadap Tayangan Trans7 yang Menyentuh Dunia Pesantren

Kecaman terhadap tayangan Trans7 yang dinilai cenderung memihak terhadap dunia pesantren masih saja muncul. Kali ini, hal tersebut kembali ditegaskan oleh Ketua Umum (Ketum) Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siroj. Ia menegaskan bahwa pesantren tidak layak di-bully secara berlebihan seperti yang dilakukan dalam tayangan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pernyataan ini disampaikan oleh Kiai Said saat menghadiri peluncuran aplikasi dan game M Sharia serta penandatanganan kerjasama antara Pesantren Al-Staqafah, LPOI, dan M Sharia di Jakarta pada malam hari (24/10). Mantan Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengakui bahwa tidak semua pesantren sempurna.

"Kesalahan (di sebuah pesantren) kita akui ada. Kelemahan juga ada. Tetapi juga tidak layak di-bully habis-habisan seperti pada tayangan Trans7 itu," jelasnya.

Dia berharap semua pihak dapat memahami kultur yang terus berkembang di lingkungan pesantren hingga saat ini. Khususnya kultur hubungan antara santri dengan kiainya. Kiai Said menyatakan bahwa santri sangat kuat dalam menjaga adab dan penghormatan kepada kiainya.

Beberapa waktu lalu, muncul tayangan yang menampilkan kehidupan di pesantren. Dalam tayangan tersebut, muncul tokoh ulama besar sekaligus pimpinan Pesantren Lirboyo, KH M. Anwar Manshur. Tayangan tersebut memuat narasi satir, termasuk menyebut bahwa santri minum susu saja harus jongkok. Potongan tayangan tersebut menuai kritik luas karena dianggap melecehkan tradisi kesantunan pesantren dan merendahkan penghormatan santri kepada kiai.

Penjelasan Mengenai Penggunaan APBN untuk Pesantren

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga memberikan respons terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membantu pembangunan atau rehabilitasi gedung di pesantren. Rencana ini sempat memicu polemik, terutama ketika pemerintah ingin membantu pembangunan masjid yang roboh di Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut Kiai Said, kucuran APBN untuk pesantren adalah kebijakan afirmasi dari pemerintah. Ia menekankan bahwa jasa pesantren telah sangat besar, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Dia menjelaskan bahwa jasa pesantren bagi bangsa bukan hanya terkait keilmuan dan penanaman adab, tetapi juga turut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga saat ini.

Untuk itu, Said menyambut baik adanya Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag). Ia berharap nomenklatur penganggaran pesantren dari APBN benar-benar muncul. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi polemik terkait kucuran APBN untuk pembangunan pesantren.

Kerjasama dengan Korea Selatan

Said kemudian menyampaikan tujuan kerjasama lembaganya dengan mitra dari Korea Selatan. Ia menjelaskan bahwa Korea Selatan saat ini adalah salah satu negara maju di dunia. Kerjasama tersebut mencakup berbagai bidang, seperti teknologi pembelajaran, game edukatif, industri halal, sistem keuangan syariah, dan lainnya.

Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan pesantren melalui inovasi teknologi dan kolaborasi internasional. Dengan demikian, pesantren dapat tetap menjadi pusat peradaban dan nilai-nilai keislaman yang relevan di tengah perkembangan zaman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan