
aiotrade
Tindakan yang dianggap tidak adil terhadap dunia pesantren masih menjadi topik hangat yang dibicarakan. Kali ini, pernyataan tegas datang dari Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siroj. Ia menegaskan bahwa pesantren tidak pantas diperlakukan secara berlebihan seperti yang ditayangkan oleh Trans7.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kiai Said saat menghadiri peluncuran aplikasi dan game M Sharia serta penandatanganan kerja sama antara Pesantren Al-Staqafah, LPOI, dan M Sharia di Jakarta pada malam hari (24/10). Mantan Ketum PBNU itu menyadari bahwa tidak semua pesantren sempurna. Namun, ia menekankan bahwa tidak seharusnya pesantren dihakimi secara berlebihan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kesalahan di sebuah pesantren memang ada. Kelemahan juga ada. Tapi tidak layak di-bully habis-habisan seperti dalam tayangan Trans7,” ujarnya.
Dia berharap semua pihak dapat memahami kultur yang terus berkembang di lingkungan pesantren hingga saat ini. Terutama mengenai hubungan antara santri dengan kiainya. Menurutnya, santri sangat kuat dalam menjaga adab dan penghormatan kepada kiai mereka.
Beberapa waktu lalu, muncul tayangan yang menampilkan kehidupan di pesantren. Dalam tayangan tersebut, muncul tokoh ulama besar sekaligus pimpinan Pesantren Lirboyo, KH M. Anwar Manshur. Tayangan itu menyajikan narasi satir, termasuk menyebut bahwa santri harus jongkok hanya untuk minum susu. Potongan tayangan tersebut mendapat kritik luas karena dianggap melecehkan tradisi kesantunan pesantren dan merendahkan penghormatan santri kepada kiai.
Dalam kesempatan yang sama, Kiai Said juga memberikan respons terkait penggunaan APBN untuk bantuan pembangunan atau rehabilitasi gedung di pesantren. Rencana ini sempat memicu polemik, terutama ketika pemerintah ingin membantu membangun masjid yang roboh di Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Kiai Said, pengucuran APBN untuk pesantren adalah kebijakan afirmasi dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa jasa pesantren sangat besar, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Ia menjelaskan bahwa jasa pesantren bagi bangsa tidak hanya terbatas pada keilmuan dan penanaman adab, tetapi juga turut serta menjaga keutuhan NKRI hingga saat ini.
Untuk itu, Said menyambut baik keberadaan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag). Ia berharap nomenklatur penganggaran pesantren dari APBN benar-benar terwujud. Sehingga tidak ada lagi polemik terkait penggunaan APBN untuk pembangunan pesantren.
Said kemudian menyampaikan tujuan kerja sama lembaganya dengan mitra dari Korea Selatan. Ia menjelaskan bahwa Korea Selatan saat ini adalah salah satu negara maju di dunia. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, seperti teknologi pembelajaran, game edukatif, industri halal, sistem keuangan syariah, dan lainnya.