Mantan Pelatih Axelsen Dikecam, Lee Chong Wei Minta Publik Malaysia Bersabar

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 10x dilihat
Mantan Pelatih Axelsen Dikecam, Lee Chong Wei Minta Publik Malaysia Bersabar


Kenneth Jonassen, pelatih tunggal asal Denmark yang kini menjabat sebagai Direktur Kepelatihan Tunggal BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia), semakin menjadi sorotan setelah dianggap belum mampu menciptakan pemain tunggal Malaysia yang konsisten dalam 10 bulan pertama kepemimpinannya.

Penunjukan Jonassen sebagai pelatih tunggal BAM awalnya diharapkan bisa membawa perubahan signifikan bagi sektor tunggal Malaysia. Namun, hasil yang diraih oleh para pemain tunggal Negeri Jiran dalam beberapa turnamen terakhir tidak memenuhi ekspektasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemain utama tunggal putra seperti Leong Jun Hao dan Justin Hoh masih kesulitan untuk menunjukkan performa yang stabil. Sementara itu, Ng Tze Yong, yang merupakan salah satu harapan, masih dalam proses pemulihan cedera. Di sisi lain, pemain tunggal putri seperti Karupathevan Lethsanaa juga belum mampu memberikan hasil yang mengesankan.

Meski ada beberapa kali keberhasilan, seperti menumbangkan pemain berperingkat lebih tinggi atau melaju ke babak yang biasanya sulit dijangkau, hasil tersebut tidak bisa dianggap konsisten. Hal ini membuat tekanan terus mengarah pada Jonassen, yang sebelumnya dikenal sebagai pelatih top di Denmark dengan pengalaman melatih Viktor Axelsen dan Anders Antonsen.

Menyadari adanya tekanan terhadap Jonassen, Lee Chong Wei, mantan bintang bulu tangkis Malaysia yang kini menjadi anggota Dewan Penasehat BAM, meminta masyarakat Negeri Jiran untuk bersabar. Ia menegaskan bahwa masa kepemimpinan Jonassen baru berjalan selama 10 bulan dan tidak realistis untuk mengharapkan perubahan besar dalam waktu singkat.

"Menurut saya, kita harus memberi Jonassen waktu. Dia baru 10 bulan di sini. Kita tidak bisa berharap dia mengubah dunia bulu tangkis negara ini dalam setahun," ujar Lee Chong Wei.

Ia juga menyoroti bahwa masalah regenerasi pemain tunggal Malaysia bukan hanya terletak pada pelatih. "Apakah dia (Ng Tze Yong) bisa kembali 100 persen bugar, kami belum tahu. Itu tergantung pada kekuatan mental dan proses pemulihan pemain," kata Lee.

Selain Ng Tze Yong, Lee juga menyebutkan bahwa Leong Jun Hao dan Justin Hoh masih memiliki potensi untuk berkembang. Namun, kekuatan tunggal Malaysia saat ini masih terbatas dari segi jumlah pemain.

Oleh karena itu, Lee meminta penggemar bulu tangkis Malaysia untuk terus mendukung Jonassen dan menantikan perbaikan yang akan datang. Ia berharap bahwa pelatih asal Denmark tersebut dapat membantu membangun fondasi yang kuat untuk mencapai misi BAM di 2030.

Dengan dukungan yang lebih besar, Jonassen diharapkan dapat memperbaiki kinerja sektor tunggal Malaysia dan menghasilkan pemain-pemain yang mampu bersaing di kancah internasional. Meski tantangan masih besar, penantian dan kesabaran adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan