
Ekspansi Bisnis yang Agresif oleh Konglomerat
Konglomerat Indonesia, Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu, terus memperluas jaringan bisnis mereka. Dalam kuartal IV tahun 2025 ini, keduanya telah mendirikan sejumlah anak perusahaan baru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat portofolio bisnis serta menangkap peluang cerah di sektor migas dan mineral.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pendirian Anak Perusahaan Baru oleh PT Petrosea Tbk.
Pada hari Selasa (16/12/2025), manajemen PT Petrosea Tbk. (PTRO) mengumumkan pendirian anak usaha baru bernama PT Kinarya Medika Selaras (KIMS). Pendirian KIMS dilakukan bersama anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh PTRO, yaitu PT Rekakarsa Karya Nusantara.
Anak usaha PTRO tersebut bergerak di bidang pertambangan dan penggalian, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, konstruksi, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran. Perusahaan ini 99,90% dimiliki oleh PTRO, sedangkan sisanya 0,10% digenggam oleh PT POSB Infrastructure Indonesia.
Sementara itu, KIMS akan menjalankan kegiatan usaha di bidang layanan dan aktivitas kesehatan manusia dan sosial, serta aktivitas profesional, kimia, teknis, dan perdagangan eceran.
"Keputusan pendirian anak perusahaan baru ini akan memberikan dampak positif terhadap penguatan dukungan operasional perseroan sekaligus menjadi wujud nyata pengembangan usaha serta implementasi strategi diversifikasi usaha perseroan," ujar Corporate Secretary Petrosea, Anto Broto dalam keterbukaan informasi.
Langkah Serupa oleh PT Rukun Raharja Tbk.
Selain PTRO, emiten afiliasi Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), juga melakukan langkah serupa. Pada 18 November 2025, RAJA mendirikan PT Banawa Rezeki Optima (BRO) yang bergerak di bidang aktivitas konsultasi manajemen dan perusahaan holding dengan fokus pada usaha angkutan laut domestik maupun internasional.
"Pembentukan entitas tersebut diharapkan memperkuat posisi perseroan dalam industri serta membuka peluang pertumbuhan usaha di masa mendatang," ujar Corporate Secretary Rukun Raharja, Yuni Pattinasarani.
Sebelumnya, pada 29 Oktober 2025, anak usaha RAJA, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU), juga mendirikan dua anak perusahaan baru: PT Raharja Energi Indonesia dan PT Raharja Energi Negeri, keduanya bergerak di sektor energi dengan fokus eksplorasi, produksi, serta pengelolaan sumber daya gas alam.
Ekspansi ke Luar Negeri
Ekspansi bisnis tidak hanya terjadi di dalam negeri. PTRO melalui anak usahanya Petrosea Services Solutions PTE LTD. mendirikan Petrosea Solutions Pakistan (Private) Limited (PSP) yang efektif berdiri pada 25 September 2025. PSP, yang berlokasi di Karachi, bergerak di bidang engineering, procurement & construction management.
"Pendirian anak perusahaan baru ini akan memberikan dampak positif bagi perseroan dan merupakan bagian dari pengembangan usaha dan ekspansi bisnis perseroan ke luar negeri serta memperkuat operasional perseroan di sektor EPC," ujar Anto Broto.
Prospek Sektor Tambang dan Mineral
Analisis dari Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa diversifikasi dan ekspansi PTRO menjadi motor penggerak pertumbuhan pendapatan. Setelah periode kinerja yang kurang optimal akibat beban pra-operasional serta kontribusi terbatas dari aset dan proyek yang baru diakuisisi, PTRO memasuki fase pertumbuhan yang kuat dengan dukungan portofolio kontrak yang besar dan terdiversifikasi di sektor batu bara, nikel, serta tembaga/emas, dengan klien papan atas.
Samuel Sekuritas memperkirakan pendapatan PTRO mencapai US$857 juta di akhir 2025, meningkat tajam menjadi US$1,35 miliar pada 2026 dan US$1,37 miliar pada 2027. Laba bersih diramal tumbuh dari US$10 juta menjadi US$62 juta di 2026, lalu US$81 juta pada 2027. Rekomendasi saham PTRO disematkan rating buy dengan target harga Rp17.000.
Proyeksi Permintaan Emas dan Tembaga
Riset Henan Putihrai Sekuritas menyoroti prospek positif sektor tambang mineral dan migas. Permintaan emas diprediksi tetap kuat, terutama didorong oleh pembelian bank sentral negara berkembang. Harga tembaga juga mencapai level tertinggi sejak Mei 2024, didukung gangguan pasokan dan stimulus China.
"Pertumbuhan diproyeksikan meningkat dari 3,7% yoy pada 2024 menjadi 3,8% yoy pada 2025, didorong oleh transisi energi yang mendorong adopsi kendaraan listrik, investasi infrastruktur kelistrikan dan pusat data, serta ekspor China atas produk intensif tembaga," tulis Putihrai Sekuritas.
Di sisi nikel, permintaan untuk baterai isi ulang diperkirakan tumbuh 10% YoY pada 2025, meski pertumbuhan global melambat. Surplus pasar nikel diperkirakan melebar menjadi 392.000 ton pada 2025, naik signifikan dari 198.000 ton pada 2024.
Pertumbuhan Sektor Batu Bara
Sektor batu bara juga diproyeksi tetap mendapat dukungan, terutama dari meningkatnya kebutuhan listrik di negara berkembang dan emerging markets. Namun percepatan pengembangan energi terbarukan akan menurunkan porsi batu bara dalam bauran listrik global, dengan India menjadi penggerak utama pertumbuhan permintaan.
Langkah ekspansi dan diversifikasi yang agresif oleh Hapsoro dan Prajogo, didukung prospek sektor migas, mineral, dan energi terbarukan yang solid, menegaskan strategi mereka untuk mengamankan pertumbuhan jangka panjang serta memperkuat posisi di pasar domestik maupun global.