
PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu, kini tengah melakukan sejumlah langkah strategis di bisnis angkutan laut. Perusahaan ini sedang memperkuat kendali atas bisnis pelayaran melalui peningkatan kepemilikan saham di dua anak usahanya, yaitu PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM). Total nilai transaksi yang dilakukan mencapai Rp2,68 triliun.
Berdasarkan informasi yang dibeberkan dalam keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat empat objek transaksi yang saling berkaitan dan telah dilaksanakan pada 1 Oktober 2025. Berikut rinciannya:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
-
Objek Transaksi Pertama
CDIA memberikan pinjaman kepada PT Buana Primatama Niaga (BPN) dengan nilai maksimum sebesar Rp1 triliun. Bunga pinjaman ditetapkan sebesar JIBOR 3 bulan + 1,75% dengan tenor hingga 31 Desember 2032. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap tanggal 25 pada bulan Maret, Juni, September, serta Desember. -
Objek Transaksi Kedua
PT CSI menerbitkan saham baru sebanyak 18.138.724 lembar dengan total nilai sebesar Rp2,72 triliun. Saham-saham tersebut akan dibeli oleh CDIA dan BPN. -
Objek Transaksi Ketiga
PT MIM juga menerbitkan saham baru sebanyak 18.027.795 lembar dengan nilai mencapai Rp1,80 triliun. Hal ini menjadi bagian dari objek transaksi ketiga. -
Objek Transaksi Keempat
CDIA melakukan pengambilalihan saham PT CSI dan PT MIM yang dimiliki oleh PT BPN. Pengambilalihan ini dilakukan oleh CDIA dan anak usahanya, PT Chandra Samudera Port (CSP), dengan total nilai sebesar Rp2,68 triliun.
Setelah seluruh transaksi selesai, CDIA berhasil menguasai 99% saham di PT CSI dan PT MIM. Sementara itu, hanya satu lembar saham di masing-masing entitas yang masih dimiliki oleh PT CSP. Dengan demikian, kedua perusahaan tersebut kini menjadi anak usaha terkonsolidasi sepenuhnya di bawah CDIA.
Selain itu, CDIA sebagai perusahaan holding juga memberikan pinjaman kepada PT Redeco Petrolin Utama senilai Rp11 miliar. Pinjaman ini memiliki tingkat bunga sebesar 8,11% per tahun dengan tenor 36 bulan yang dapat diperpanjang.
Entitas usaha ini menjalankan berbagai bisnis seperti perdagangan besar (bukan mobil dan sepeda motor), pergudangan, serta aktivitas penunjang angkutan. Selain itu, bisnis lainnya mencakup perdagangan besar bahan dan barang kimia serta pergudangan dan penyimpanan.
Dalam proses transaksi ini, setelah Objek Transaksi IV selesai, PT BPN melakukan pelunasan pinjaman kepada perseroan atas Objek Transaksi I. Dengan demikian, seluruh kewajiban PT BPN atas pinjaman kepada perseroan telah terlunasi.
Perlu diketahui bahwa berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.