
Teguk Siap Perluas Bisnis ke Sektor Daging Beku dan Pengolahan Makanan
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk. (TGUK), yang dikenal sebagai pengelola gerai minuman Teguk, kini tengah mempersiapkan ekspansi bisnisnya ke sektor daging beku (frozen meat) dan pengolahan makanan. Hal ini diumumkan dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 24 Oktober 2025, yang menyatakan rencana perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pernyataannya, manajemen TGUK menjelaskan bahwa pihaknya berencana menambahkan kegiatan usaha baru di bidang perdagangan besar daging sapi dan ayam, serta industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan makanan olahan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi untuk memperkuat rantai nilai bisnis di sektor makanan olahan dengan nilai tambah tinggi.
Klasifikasi KBLI untuk Kegiatan Baru
Berdasarkan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), kegiatan baru Teguk mencakup beberapa bidang utama, antara lain:
- Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan (KBLI 46321)
- Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan (KBLI 46322)
- Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas (KBLI 10130)
- Industri Makanan dan Masakan Olahan (KBLI 10750)
Selain itu, Teguk juga akan menambahkan kegiatan Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya (KBLI 46339). Dengan demikian, perusahaan akan memperluas cakupan bisnisnya ke sektor pangan olahan yang lebih luas.
Peluang Pasar yang Menjanjikan
Manajemen TGUK menilai bahwa peluang di bisnis daging beku dan pengolahan makanan di Indonesia masih sangat besar. Hal ini didorong oleh urbanisasi, meningkatnya jumlah pekerja perkotaan, serta tingginya permintaan terhadap produk siap saji dan sumber protein hewani.
Menurut data Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), nilai pasar makanan beku nasional telah menembus Rp200 triliun pada 2024 dan diproyeksikan terus meningkat pada 2025. Sementara itu, riset IMARC Group memperkirakan pasar makanan beku Indonesia mencapai US$3,4 miliar pada 2024 dan akan naik menjadi US$5,9 miliar pada 2033, dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 6,31% sepanjang 20252033.
Dana Hasil Pengembangan Gerai untuk Investasi Baru
Untuk mendukung langkah ekspansi tersebut, Teguk akan mengalihkan dana hasil pengembangan gerai sebesar Rp42,93 miliar menjadi modal kerja bisnis baru frozen meat dan food processing. Dana tersebut sebelumnya termasuk dalam alokasi hasil penawaran umum perdana (IPO) yang dilakukan pada Juli 2023.
Perseroan menjadwalkan kegiatan usaha baru di bidang daging beku dan pengolahan makanan akan mulai beroperasi pada November 2025. Pada tahap awal, kegiatan usaha food processing akan dijalankan melalui jasa kontrak produksi (maklon) dengan pihak ketiga, hingga seluruh kebutuhan investasi untuk produksi mandiri rampung.
Studi Kelayakan yang Menunjukkan Prospek Positif
Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan (KJPP FDI&R), proyek tersebut dinilai layak secara finansial. Hasil analisis menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) positif, Internal Rate of Return (IRR) di atas tingkat diskonto, serta Profitability Index (PI) lebih besar dari 1, yang mengindikasikan prospek finansial yang menarik.
Persetujuan Pemegang Saham
Sebagai bagian dari tahapan regulasi, Teguk akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 2 Desember 2025 di BSD City, Tangerang. Agenda rapat mencakup persetujuan atas penambahan kegiatan usaha dan perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum.
Langkah ekspansi ke bisnis frozen meat diharapkan dapat memperkuat posisi Teguk di industri makanan dan minuman nasional, serta membuka sumber pendapatan baru di luar bisnis kedai minuman yang selama ini menjadi inti usahanya.