Manuver TPIA Cari Dana Rp6 T, Apa Tujuannya?

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Manuver TPIA Cari Dana Rp6 T, Apa Tujuannya?

Strategi Jangka Panjang TPIA untuk Memperkuat Bisnis

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), sebuah emiten petrokimia yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat bisnisnya pada tahun 2025. Salah satu inisiatif utamanya adalah penerbitan obligasi berkelanjutan V dengan target dana sebesar Rp 6 triliun. Dalam rangka penawaran umum ini, TPIA merilis obligasi berkelanjutan V Tahap I 2025 dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,5 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dana dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan sepenuhnya sebagai modal kerja, termasuk pembelian bahan baku produksi untuk kegiatan usaha TPIA. Obligasi ini terbagi menjadi tiga seri, yaitu:

  • Seri A: Berjangka waktu 3 tahun dan jatuh tempo pada 13 Januari 2029.
  • Seri B: Berjangka waktu 5 tahun dengan jatuh tempo 13 Januari 2031.
  • Seri C: Berjangka waktu 7 tahun yang akan jatuh tempo pada 13 Januari 2033.

Penjamin pelaksana emisi obligasi jumbo ini melibatkan beberapa perusahaan sekuritas ternama, seperti PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Sementara itu, wali amanatnya adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Dalam prospektus yang dirilis, disebutkan bahwa “Obligasi Berkelanjutan V Tahap II dan tahap selanjutnya jika ada akan ditentukan kemudian.” Adapun jadwal penerbitan obligasi TPIA yang akan diterbitkan pada 2026 mencakup beberapa tahapan penting, antara lain:

  • Perkiraan Masa Penawaran Awal: 18–23 Desember 2025
  • Perkiraan Tanggal Efektif: 30 Desember 2025
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum: 5–8 Januari 2026
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan: 9 Januari 2026
  • Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 13 Januari 2026
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik: 13 Januari 2026
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 14 Januari 2026

Ekspansi TPIA ke Pasar Singapura

Selain penerbitan obligasi, TPIA juga melakukan aksi korporasi baru-baru ini dengan mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura. Jaringan SPBU Esso di Singapura mencakup sekitar 60 lokasi, terdiri dari 27 lahan dengan kepemilikan penuh dan 33 lahan sewa. Total penjualan bahan bakar mencapai sekitar 2,4 juta barrel per tahun.

Esso saat ini merupakan pemimpin pasar SPBU di Singapura. Transaksi ini masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait dan ditargetkan rampung pada akhir 2025. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Chandra Asri Group, yang fokus pada pengembangan infrastruktur energi terintegrasi guna memperluas pasar solusi energi dan mobilitas di Singapura dan kawasan Asia Tenggara.

Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyampaikan bahwa ekspansi ke ekosistem bahan bakar ritel di Singapura merupakan langkah strategis dalam membangun platform terintegrasi untuk pertumbuhan regional. Menurutnya, jaringan ritel bahan bakar yang kuat dan iklim usaha yang kondusif di Singapura menjadi fondasi solid bagi Chandra Asri Group untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin solusi energi, manufaktur, dan infrastruktur di Asia Tenggara.

“Kami bertujuan memperkuat kelincahan operasional, ketahanan energi, dan daya saing Singapura sebagai pusat energi regional terdepan,” kata Erwin dalam keterangan resminya.

Dari aksi korporasi ini, TPIA diproyeksikan mengalami lonjakan pendapatan setelah mengakuisisi jaringan SPBU tersebut. Stockbit Sekuritas menyampaikan bahwa dalam earnings call kuartal ketiga 2025 pada Rabu (5/11), Chandra Asri Pacific menegaskan bahwa akuisisi ini diperkirakan menambah pendapatan sekitar US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,34 triliun. Transaksi ini juga disebut akan langsung berkontribusi positif terhadap laba bersih dan arus kas operasional TPIA.

“Rencana akuisisi ini juga diharapkan menambah recurring revenue yang stabil dari pasar SPBU ritel di Singapura yang memiliki margin tinggi, sehingga dapat membantu menyeimbangkan portofolio bisnis petrokimia TPIA yang siklikal,” demikian penjelasan Stockbit dalam Stockbit Snips.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan