MapBiomas: 9,5 Juta Ha Wilayah Indonesia Terbakar 2000-2024

admin.aiotrade 16 Des 2025 2 menit 14x dilihat
MapBiomas: 9,5 Juta Ha Wilayah Indonesia Terbakar 2000-2024

Data Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Menurut data terbaru dari MapBiomas Indonesia Fire, sepanjang periode 2000–2024, luas wilayah yang terbakar di Indonesia mencapai sekitar 9,5 juta hektare. Angka ini menunjukkan total area yang pernah terbakar setidaknya satu kali dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sesilia Maharani Putri, Koordinator Teknis MapBiomas Fire Indonesia, menjelaskan bahwa penghitungan akumulasi kebakaran dilakukan dengan metode khusus agar tidak terjadi penghitungan ganda pada area yang sama.

“Akumulasi data kebakaran ini maksudnya kita mengakumulasi berapa kebakaran di 2000, kemudian kita hitung sampai 2024, tapi kita hanya menghitung sekali. Jadi misalkan ada dua kali kebakaran terjadi, kita hanya menghitung di yang pertama,” ujar Sesilia dalam peluncuran MapBiomas Indonesia Fire 2.0, Selasa (16/12).

Dengan metode tersebut, MapBiomas mencatat total 9,5 juta hektare wilayah Indonesia pernah terbakar minimal satu kali dalam 25 tahun. Namun, di luar angka tersebut, terdapat pula area yang mengalami kebakaran berulang.

“Nah, wilayah yang terbakar berulang itu bisa sampai ada 4 juta hektare, nanti itu di data selanjutnya itu lebih rinci,” ujar Sesilia.

Wilayah Terbesar yang Terbakar

Berdasarkan sebaran spasial yang ditampilkan dalam peta MapBiomas Fire, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memiliki pola yang konsisten selama dua setengah dekade terakhir. Kalimantan dan Sumatra tercatat sebagai wilayah dengan akumulasi kebakaran terbesar sekaligus menjadi episentrum kebakaran nasional.

Dari total akumulasi luas kebakaran, Kalimantan menyumbang sekitar 39,14%, disusul Sumatra sebesar 30,46%. Dengan demikian, secara kumulatif sekitar 70% kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terjadi di dua pulau tersebut.

Sementara itu, wilayah lain seperti Bali–Nusa Tenggara, Papua, Jawa, Sulawesi, dan Maluku memiliki proporsi yang lebih kecil.

“Dari data ini juga kita bisa lihat sebenarnya tidak mengagetkan ya, karena episentrum kebakaran di Indonesia ternyata memang di Kalimantan dan Sumatra,” kata Sesilia.

Tren Akumulasi Kebakaran

Selain menunjukkan distribusi wilayah, data MapBiomas juga menggambarkan tren akumulasi kebakaran tahunan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kurva akumulasi luas kebakaran memperlihatkan lonjakan signifikan terutama pada periode-periode tertentu, hingga mencapai mendekati 10 juta hektare pada 2024.

MapBiomas Indonesia Fire merupakan platform pemantauan kebakaran yang dikembangkan melalui kolaborasi jejaring MapBiomas Indonesia, dengan dukungan metodologi dan teknologi dari MapBiomas Global Network.

Pada koleksi terbaru, yakni MapBiomas Indonesia Fire Collection 2.0, platform ini menyajikan data kebakaran hutan dan lahan Indonesia secara konsisten dan terverifikasi untuk periode 2000–2024. Data ini menjadi penting untuk memahami pola dan dampak kebakaran di Indonesia serta membantu dalam penyusunan kebijakan perlindungan lingkungan dan mitigasi bencana.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan