Maria Ressa: Perlindungan Pers Butuh Dukungan Global

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 21x dilihat
Maria Ressa: Perlindungan Pers Butuh Dukungan Global

Peran Solidaritas Internasional dalam Melindungi Kebebasan Pers

CEO Rappler dan penerima Nobel Perdamaian, Maria Ressa, menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam melindungi kebebasan pers saat membuka acara Social Good Summit (SGS). Acara ini diselenggarakan di Lanson Place MOA, Manila, Filipina, pada hari Minggu (16/11). SGS merupakan forum tahunan yang diselenggarakan oleh Media Rappler, yang bertujuan untuk mempertemukan masyarakat sipil, inovator, dan pemimpin dari berbagai latar belakang untuk bekerja sama mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pidatonya, Ressa memulai dengan mengungkap kembali perjalanan kariernya di dunia jurnalistik. Ia menyebut masa ini sebagai fase paling menantang, terutama ketika ia menghadapi beberapa surat perintah penangkapan pada tahun 2019. Menurutnya, kasus tersebut menunjukkan bagaimana hukum dapat digunakan sebagai alat untuk menekan kritik terhadap pemerintah.

“Saya sudah pernah terkena gas air mata dan ditembaki. Namun saya tidak pernah membayangkan akan ditangkap berkali-kali,” ujarnya.

Ressa kemudian menyoroti peran pengacara HAM Internasional Amal Clooney, yang mengambil alih dan memimpin tim hukum internasionalnya secara pro bono. Ia menilai keterlibatan Clooney menjadi bukti bahwa komunitas global semakin memahami pola kriminalisasi terhadap jurnalis dan upaya membungkam kebebasan berekspresi.

“Amal melangkah masuk karena ia mengenali pola yang selama ini ia lawan, yakni pemerintah yang mempersenjatai hukum untuk menghancurkan perbedaan pendapat,” kata Ressa.

Selain Amal, Ressa juga menyebut kontribusi aktor dan aktivis George Clooney, yang telah terlibat dalam isu HAM, anti-genosida, serta advokasi akuntabilitas terhadap pemimpin korupsi selama bertahun-tahun. Ia mengungkapkan pengalamannya bertemu keduanya saat pembentukan Clooney Foundation for Justice, yang kemudian meluncurkan inisiatif TrialWatch untuk memantau persidangan yang berpotensi tidak adil di berbagai negara.

Kolaborasi Global dalam Memperjuangkan Kebenaran

Ressa menyatakan bahwa rangkaian tekanan politik yang ia hadapi justru membuka jalan bagi kolaborasi global dalam memperjuangkan kebenaran dan kebebasan pers. Ia menegaskan bahwa dukungan komunitas internasional menjadi faktor penting bagi Rappler untuk tetap bertahan.

“Kami bisa melewati tahun-tahun sulit itu karena dukungan banyak pihak,” ujarnya.

Dengan menghadapi tantangan yang begitu besar, Ressa menunjukkan betapa pentingnya peran komunitas internasional dalam menjaga kebebasan pers. Ia menegaskan bahwa solidaritas antar bangsa adalah kunci untuk melindungi hak-hak dasar setiap individu, termasuk hak untuk berekspresi dan menyampaikan informasi secara bebas.

Melalui kesempatan ini, Ressa juga menyoroti pentingnya kerja sama antara media independen, organisasi HAM, dan tokoh-tokoh global dalam memastikan bahwa keadilan dan kebenaran tetap menjadi prioritas. Dengan demikian, kebebasan pers tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi tugas bersama seluruh masyarakat global.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan