Marselinus Ngganggus DPRD NTT Kunjungi Warga Kupang, Bahas Masalah Drainase dan Jalan

admin.aiotrade 26 Okt 2025 4 menit 10x dilihat
Marselinus Ngganggus DPRD NTT Kunjungi Warga Kupang, Bahas Masalah Drainase dan Jalan
Marselinus Ngganggus DPRD NTT Kunjungi Warga Kupang, Bahas Masalah Drainase dan Jalan

Pertemuan Anggota DPRD NTT dengan Warga di Kelurahan Alak

Anggota DPRD NTT, Marselinus A. Ngganggus, melakukan pertemuan dengan warga di Kelurahan Alak, Kota Kupang, untuk membahas berbagai masalah yang dialami masyarakat, terutama terkait drainase dan kondisi jalan. Pertemuan ini berlangsung di kompleks perumahan Pitoby pada hari Sabtu (25/10/2024). Marselinus Ngganggus awalnya mendapat laporan dari warga mengenai situasi yang mereka alami.

Masalah Drainase yang Mengganggu Warga

Ketua RT 31, Vincentius Sunarti, mengatakan bahwa warga setempat sering menghadapi masalah khususnya saat musim hujan. Saluran drainase yang tidak terhubung dengan baik serta minimnya jalur pembuangan menyebabkan genangan air yang sering terjadi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia meminta bantuan agar melalui jaringan pengusaha bisa mendorong bantuan jangka pendek karena akan memasuki musim hujan. "Waktu banjir, saya lihat sendiri rumah tergenang sendiri," katanya.

Yes Siga Kole, warga lainnya, menambahkan bahwa gang VII di perumahan itu sering terdampak ketika musim hujan. Dia mengaku sudah menyampaikan keluhan ini ke pengembang perumahan. Namun, kesulitannya adalah aliran air diarahkan ke sisi mana.

Saat suasana banjir atau musim hujan, kondisi di perumahan menjadi kewalahan. Dia menyebut, aliran air harus diarahkan secara cermat. Karena, hampir seluruh kawasan ini dipenuhi perumahan yang membutuhkan kerja sama dan perencanaan maupun solusi. "Setiap tahun pasti selalu saja ada," katanya.

Masalah Jalan yang Menyulitkan Warga

Siga Kole juga mengatakan bahwa persoalan jalan telah dikoordinasikan ke Pemerintah. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut sehingga masyarakat seringkali harus menanyakan kondisi itu. Bahkan, warga hendak berswadaya untuk membangun jalan itu.

Yusak, warga lainnya, mengusulkan agar pengembang perumahan membangun drainase untuk diarahkan aliran air ke sungai. Ia juga mengusulkan aspirasi lainnya mengenai jalan keluar masuk perumahan yang kondisinya kian memprihatinkan.

Moses Sutirai, warga lainnya, juga mengatakan bahwa wilayah yang ia pimpin terkena imbas gegara banjir. Dia sering menyampaikan keluhan itu ke pengembang perumahan. Persoalan ini bahkan sering terjadi lempar tanggung jawab antara pengembang perumahan dan pemerintah. "Kita jangan dikasih susah. Kami sampaikan agar aspirasi kami ini disalurkan," katanya.

Kondisi Jalan yang Rusak Parah

Anisa, salah seorang warga, menyampaikan kendalanya perihal jalan utama di perumahan. Kondisi jalan itu sangat rusak parah. Sejak 2007 ia tinggal di tempat ini, ia tidak pernah melihat perbaikan jalan itu. "Kewajiban kami bayar, bayar pajak, tapi apa yang didapat. Saya telepon ke pihak kelurahan, Pak Lurah kan lewat ini jalan. Tapi sampai saat ini tidak ada sekali. Kalau panas kita makan abu, hujan kita berenang. Itu jalan utama," katanya.

Dia menyayangkan situasi itu dibiarkan berlarut dan tidak ada yang memprihatikan, termasuk DPRD, Pemerintah maupun pengembang perumahan. Anisa berharap Marselinus Ngganggus bisa membantu menyuarakan persoalan ini.

Rencana Perbaikan Jalan dan Penanganan Masalah

Iskandar, Ketua RT 32, mengatakan rapat antar RT di RW 08 dan dihadiri Lurah setempat. Rencananya, jalan dari perumahan Avia direncanakan dilakukan hotmix. Untuk itu, dia meminta dua anggota DPRD dari PKB itu membantu mengawal proses itu. "Tolong dikawal, jangan sampai tidak jadi," tegasnya.

Komitmen Anggota DPRD dalam Menyelesaikan Masalah

Politikus PKB, Marselinus A. Ngganggus, mengatakan bahwa dalam tata kelola keuangan Pemerintah itu hampir sama yakni dari pendapatan asli daerah (PAD), DBH maupun sumber lainnya. Keuangan itu menjadi modal untuk pembangunan, infrastruktur maupun lainnya.

Dia mengatakan, setiap pembangunan mengedepankan skala prioritas. Anggota Komisi IV DPRD NTT itu mengaku suasana ini memerlukan keterlibatan semua pihak. Ia akan mendorong pertemuan bersama agar mencari jalan keluar. "Karena ini hal prioritas, saya bisa pastikan bahwa paling lambat dua minggu dari sekarang akan ada pertemuan lagi beberapa tokoh, perumahan, dan kami untuk rembuk bersama. Persoalan perumahan ini rumit," katanya.

Dia berjanji akan mengawal persoalan itu sehingga masalah ini bisa diselesaikan. Marselinus Ngganggus mengaku akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut lewat ketua RT.

Kehadiran Fraksi PKB dalam Membantu Penyelesaian Masalah

Marselinus Ngganggus menegaskan, kehadiran Fraksi PKB di Provinsi maupun Kota Kupang merupakan hal yang perlu dilakukan karena itu merupakan langkah PKB agar daya dorong penyelesaian masalah lebih cepat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan