
Thailand memasuki masa berkabung nasional setelah wafatnya Her Majesty Queen Sirikit, The Queen Mother, yang selama hidupnya dikenal atas dedikasinya bagi bangsa dan rakyat Thailand. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kehidupan sehari-hari dan kegiatan pariwisata tetap berjalan normal hanya dengan penyesuaian suasana dan etika berpakaian sebagai bentuk penghormatan.
Para pejabat pemerintah dan pegawai negeri diminta mengenakan pakaian berkabung selama satu tahun, sementara masyarakat umum disarankan mengenakan pakaian hitam atau warna lembut selama 90 hari. Bagi wisatawan, masa berkabung ini menjadi momen untuk menunjukkan rasa hormat terhadap tradisi dan budaya lokal. Pemerintah dan Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) meminta wisatawan berpakaian sopan dan menghindari warna mencolok, terutama saat mengunjungi tempat-tempat suci seperti kuil, istana, dan situs kerajaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Destinasi Wisata Tetap Buka
Meskipun suasana duka menyelimuti negeri gajah putih, destinasi wisata tetap buka seperti biasa. Transportasi publik, hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan beroperasi normal. Namun sejumlah acara budaya dan festival akan disesuaikan agar lebih tenang dan reflektif.
Salah satu penyesuaian besar adalah penutupan sementara Grand Palace dan Wat Phra Kaew di Bangkok mulai 26 Oktober hingga 8 November 2025 untuk keperluan upacara kenegaraan penghormatan bagi mendiang Ratu Sirikit.

Festival Budaya dan Acara Pergeseran
Festival budaya Loi Krathong di Sukhothai dan Ayutthaya tetap digelar sesuai jadwal, namun dengan suasana lebih khidmat. Di Sukhothai, pertunjukan kembang api akan menampilkan gaya tradisional, tanpa pesta meriah, dan setiap malam diadakan upacara penyalaan lilin pukul 21.21 waktu setempat sebagai penghormatan kepada Sang Ratu. Sementara itu, lomba kecantikan Noppamas yang merupakan ikon festival ini dibatalkan.
Event besar Vijit Chao Phraya 2025 yang semula dijadwalkan pada 1 November - 15 Desember 2025, diundur menjadi 1 Desember sebagai bentuk penghormatan atas masa berkabung.

Pengalaman Budaya yang Mendalam
TAT menegaskan, Thailand tetap menyambut wisatawan dari seluruh dunia dengan hangat. “Kami mengajak pengunjung untuk turut menghormati suasana duka nasional dan mengenang warisan kasih dan pengabdian Ratu Sirikit kepada rakyat Thailand,” tulis pernyataan resmi lembaga tersebut.
Bagi para wisatawan, masa berkabung ini bisa menjadi pengalaman budaya yang mendalam serta kesempatan untuk menyaksikan sisi lain dari tradisi Thailand, di mana kesedihan, penghormatan, dan spiritualitas berpadu dengan kedamaian khas Negeri Seribu Pagoda. Masa berkabung ini juga menjadi kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang nilai-nilai kebersamaan, kesopanan, dan kekayaan budaya yang menjadi ciri khas negara ini.
Dengan penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan, Thailand tetap menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan, sambil tetap menjaga rasa hormat terhadap tradisi dan nilai-nilai yang telah dijunjung tinggi oleh rakyatnya.