Masalah Sampah yang Terus Mengganggu Jalan di Penggilingan

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Masalah Sampah yang Terus Mengganggu Jalan di Penggilingan

Kondisi Sampah di TPS Penggilingan, Cakung

Di Jakarta Timur, khususnya di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Penggilingan, Cakung, sampah kembali menumpuk. Pada Agustus 2025, tumpukan sampah tersebut sempat meluap dan menutup akses jalan akibat banyaknya warga dari luar wilayah yang membuang sampah di lokasi itu. Hal ini menyebabkan gangguan terhadap aktivitas warga sekitar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Warga sering mengeluhkan tumpukan sampah yang mengganggu akses kendaraan. Jika akses tertutup, mereka harus memutar lebih jauh untuk menuju perumahan yang terhalang oleh tumpukan sampah. Berdasarkan pemantauan pada Kamis (6/11/2025), jalan yang sebelumnya tertutup kini sudah dapat dilalui kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Namun, pengendara masih harus melambat karena sejumlah gerobak sampah tampak terparkir di sepanjang jalan.

Tumpukan sampah didominasi sampah rumah tangga, seperti sisa makanan, yang menarik banyak lalat di area tersebut. Masalah ini semakin memperparah kondisi lingkungan sekitar.

Penyebab Penumpukan Sampah

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung, Encep, menjelaskan bahwa penumpukan sampah hingga menutup jalan disebabkan oleh banyaknya warga dari luar wilayah yang membuang sampah di lokasi tersebut. Menurutnya, saat ini kendala utama adalah adanya buang sampah dari wilayah lain. Mereka pernah mendapatkan informasi bahwa banyak gerobak dari luar Cakung ditemukan di lokasi tersebut pada dini hari.

Encep menjelaskan bahwa warga luar wilayah biasanya membuang sampah pada malam hari agar tidak diketahui oleh petugas. “Kalau siang ada pengawas kita yang melarang, tapi kalau malam tidak ada yang mengawasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mengerahkan sejumlah truk dan alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan sampah ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Permintaan Warga untuk Mengaktifkan Kembali TPS

Salah satu warga, Tusiah, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turun tangan mengatasi tumpukan sampah tersebut. Dia juga meminta TPS Penggilingan difungsikan kembali agar masalah sampah bisa teratasi. Sebelumnya, sampah biasanya diletakkan di TPS, namun TPS tersebut ditutup sejak Agustus 2025. Akibatnya, warga dari luar wilayah membuang sampah di jalan depan area yang sebelumnya menjadi TPS sementara.

“Saya mohon agar pemerintah hadir dalam hal ini, tolong tempat pembuangan sampah yang semula itu difungsikan lagi,” kata Tusiah. Ia juga berharap ada alat berat pengangkut sampah ke truk-truk agar tidak perlu menaikkan sendiri ke truk. “Pastinya lama, akan lama sekali,” tambahnya.

Keluhan Bau Menyengat

Tusiah mengaku terganggu dengan aroma tidak sedap yang muncul dari tumpukan sampah tersebut. “Ini apalagi musim hujan, baunya sangat bau, orang lewat enggak bisa, mohon tempat sampah difungsikan seperti semula dan ditambah alat berat sopel untuk angkut,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa setelah TPS ditutup, tukang sampah menaikkan secara manual sejumlah sampah yang ia bawa ke dalam truk.

“Iya awalnya enggak di jalan, karena TPS sementara itu sekarang ditutup. Kalau sekarang sampah dari gerobak dinaikin manual, makanya antre panjang dan lama karena tidak ada alat berat,” katanya.

Sorotan Lambatnya Pengangkutan

Andi (41), warga lainnya, menyoroti lambatnya proses pengangkutan sampah oleh petugas dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur. “Kalau diangkut mah setiap hari diangkut, tapi lamban masukin ke truk sampah manual jadi ya numpuk,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa banyak warga dari luar wilayah yang membuang sampah di lokasi itu, sehingga kapasitas penampungan menjadi terbatas.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan