
Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo, mengalami kejadian tidak terduga menjelang akhir balapan MotoGP Malaysia 2025. Kejadian ini terjadi saat balapan berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Minggu (26/10/2025), dengan tiga lap tersisa.
Bagnaia mengalami kebocoran ban yang membuatnya harus berhenti dari balapan. Kecelakaan ini terjadi meskipun ia sedang dalam performa yang baik dan kompetitif. Ia tengah bersaing untuk posisi kedua melawan Pedro Acosta (Red Bull KTM). Meski strategi penggunaan ban medium terlihat kurang optimal, tim Nuvola Rossa tetap memaksimalkannya setelah meraih pole position dan menang dalam balapan Sprint.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Balapan MotoGP Malaysia sebenarnya menjadi kesempatan bagi Bagnaia untuk bangkit setelah hasil buruk di dua seri sebelumnya di Indonesia dan Australia. Namun, nasib buruk kembali menghampiri pembalap asal Chivasso ini. Ini adalah kali ketiga berturut-turut Bagnaia gagal menyelesaikan balapan utama setelah terjatuh di GP Indonesia dan GP Australia.
Manajer balap motor Michelin, Piero Taramasso, menjelaskan bahwa kebocoran terjadi di bagian tengah ban belakang Bagnaia. "Ada kebocoran di bagian tengah ban belakang. Pecco merasa ban mulai berperilaku aneh," ujar Taramasso kepada SkySports Italia.
"Saat dia tiba, kami mengukur tekanan ban dan nilainya 0,6-0,7."
"Kami menemukan lubang, ada potongan karbon, sesuatu... Sayang sekali, karena dia sedang tampil baik dan masih bisa memberikan lebih."
"Dalam beberapa lap, dia merasa bannya berperilaku sedikit aneh, dan pada lap berikutnya ban kempes. Kami harus melihat datanya," tambah Taramasso.
Para penggemar dari Italia memberikan tanggapan maklum mengenai hasil Bagnaia yang dipengaruhi faktor eksternal. Di laman media daring Italia, Corsedimoto, penggemar menulis:
- "Balapan yang luar biasa dari Acosta, pertarungan dengan Bagnaia sangat menegangkan. Sayang sekali duel itu tidak bisa disaksikan sampai bendera finis dikibarkan," tulis riccardo56.
- "Saya sangat menghormati transparansi Michelin. Sekarang mari kita lihat apakah kita bisa mengetahui dari mana asal potongan karbon itu," tulis crossjumpq.
- "Ini bukan masalah manajemen atau strategi, hanya nasib buruk. Namun, situasi seperti ini selalu mengangkat kembali masalah serpihan di lintasan," tulis pietro6726.
Sementara itu, Bagnaia buka suara dengan mengaku sudah merasakan perubahan dengan ban belakangnya. "Sayangnya, tahun ini kami sedikit kurang beruntung, dan inilah yang terjadi, ban belakang saya bocor," kata Bagnaia kepada SkySports dilansir via Crash.net.
"Kami melihat dari data bahwa ban bocor terjadi pada lap ke-12, dan lap demi lap ban mulai kehilangan tekanan."
"Saya pikir saya tidak mampu mengendalikan ban belakang dengan baik karena tiba-tiba saya mulai merasakan gripnya sangat rendah, atau setidaknya terus memburuk."
"Kejadiannya bertepatan dengan saat saya mulai mengalami penurunan. Jadi ini sedikit kesialan, sayangnya, inilah balapan, dan hal seperti itu bisa terjadi."