Masayoshi Son Ubah Struktur Saham SoftBank Saat Harga Melonjak

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Masayoshi Son Ubah Struktur Saham SoftBank Saat Harga Melonjak
Masayoshi Son Ubah Struktur Saham SoftBank Saat Harga Melonjak

Perubahan Struktur Kepemilikan Saham Masayoshi Son di SoftBank

Masayoshi Son, pendiri SoftBank Group, baru-baru ini melakukan perubahan signifikan terhadap struktur kepemilikan sahamnya di konglomerat teknologi yang ia dirikan. Kekayaan Son, yang diperkirakan mencapai 35,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 587,8 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp 16.654 per dolar AS), sebagian besar berasal dari kepemilikan saham lebih dari sepertiga di SoftBank. Perusahaan ini tercatat di Bursa Tokyo dan menjadi pusat kerajaan investasi global Son.

Selama tahun 2025, saham SoftBank mengalami lonjakan yang luar biasa seiring meningkatnya antusiasme terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pada akhir Oktober 2025, saham SoftBank melonjak hampir 200 persen. Meskipun beberapa waktu terakhir kenaikan tersebut terkoreksi karena kekhawatiran akan terbentuknya gelembung di sektor AI, kinerja saham SoftBank tetap menunjukkan kenaikan tahunan terbesar sejak 2013.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di tengah lonjakan harga saham tersebut, struktur kepemilikan saham Son juga mengalami perubahan. Berdasarkan dokumen pengajuan terbaru, sebuah perusahaan investasi berbasis di Singapura dan akhirnya dikendalikan oleh Son kini memegang saham SoftBank senilai sekitar 1,1 miliar dolar AS. Sebelumnya, pengelolaan saham tersebut dilakukan melalui entitas yang berbasis di Jepang.

Masayoshi Son secara historis menggunakan saham SoftBank sebagai jaminan pinjaman dari sejumlah lembaga keuangan besar, termasuk Mizuho Financial Group, Deutsche Bank, dan Julius Baer Group. Selain itu, Son juga dikenal sering memindahkan kepemilikan saham di antara berbagai entitas yang berada di bawah kendalinya.

Juru bicara SoftBank tidak memberikan komentar terkait perubahan struktur kepemilikan saham tersebut. Namun, pergerakan saham SoftBank tidak terlepas dari strategi investasi Son yang agresif. Ia pernah melakukan investasi besar di perusahaan perangkat keras AI seperti Nvidia, sebelum akhirnya melepas kepemilikannya. Son juga pernah berinvestasi di Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), yang sempat membuatnya menjadi orang terkaya di Jepang pada awal tahun ini.

Pada saat saham SoftBank diperdagangkan di kisaran 25.000 yen per saham atau sekitar 160,57 dolar AS pada Oktober 2025, Son dinilai memiliki ruang untuk memanfaatkan kenaikan nilai saham tersebut. Amir Anvarzadeh, ahli strategi pasar di Asymmetric Advisors yang berbasis di Singapura, menyatakan bahwa Son mungkin mengambil manfaat dari nilai saham yang telah dicapai untuk melepaskannya dari jaminan.

Namun, Anvarzadeh menambahkan, tekanan terhadap saham SoftBank meningkat setelah periode tersebut. “Sejak saat itu, saham tersebut berada di bawah tekanan yang besar,” ujar Anvarzadeh. Ia merekomendasikan kliennya untuk melakukan short selling terhadap saham SoftBank.

Dokumen pengajuan tertanggal 5 Desember 2025 juga mengungkapkan bahwa SAM Wealth Management Pte, perusahaan manajemen kekayaan berbasis di Singapura, meminjam 10 juta saham SoftBank senilai sekitar 1,1 miliar dolar AS dari perusahaan induk yang berbasis di Jepang dan juga dikendalikan oleh Son. Pengajuan tersebut tidak merinci tujuan dari perjanjian pinjaman saham tersebut.

Transaksi ini mencerminkan kompleksitas hubungan antarentitas yang telah lama menopang salah satu kekayaan terbesar sekaligus paling fluktuatif di Jepang. SAM Wealth Management didirikan pada 2021 dan sepenuhnya dimiliki oleh Son Asset Management, entitas Jepang yang memiliki sekitar 1,9 persen saham SoftBank. Entitas investasi Son di Singapura tersebut berkantor pusat di distrik keuangan Raffles Place.

Untuk mendanai operasionalnya, perusahaan ini diketahui meminjam dana dari sejumlah bank, termasuk fasilitas pinjaman yang dijamin dengan sebuah pesawat terbang. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut terkait struktur pendanaannya.

“Dengan kenaikan saham SoftBank yang begitu besar tahun ini, mungkin ada peluang baginya untuk menegosiasikan ulang persyaratan jaminan dengan bank atas uang yang telah dipinjamnya,” ujar Kirk Boodry, analis Bloomberg Intelligence di Hong Kong.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan