Masih Ada Optimisme, IHSG Berpotensi Rekor Baru di Kuartal IV-2025

admin.aiotrade 30 Sep 2025 3 menit 13x dilihat
Masih Ada Optimisme, IHSG Berpotensi Rekor Baru di Kuartal IV-2025
Featured Image

IHSG Berada di Level Psikologis 8.000, Proyeksi Penguatan Hingga Akhir Tahun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di level psikologis 8.000 pada akhir kuartal III-2025. Pada akhir perdagangan Selasa (30/9), indeks ini berada di posisi 8.061,06, mengalami penurunan sebesar 0,77% dibanding hari sebelumnya. Meski demikian, penguatan berpotensi terus berlanjut hingga akhir tahun.

Sejumlah lembaga analisis memberikan proyeksi positif terhadap IHSG. Salah satunya adalah JP Morgan yang meningkatkan target proyeksinya setelah indeks komposit dalam negeri terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH). Dalam riset terbaru, JP Morgan memproyeksikan IHSG bisa melanjutkan penguatan ke level 8.600, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 7.500–8.000.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Faktor Pendorong Penguatan IHSG

Menurut Head of Indonesia Research & Strategy JP Morgan Indonesia Henry Wibowo, penguatan IHSG didorong oleh partisipasi investor ritel dan domestik yang cukup besar. Tingkat partisipasi ritel mencapai 50%–52% pada Juli dan Agustus. Sementara itu, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 53,07 triliun secara year to date per Selasa (30/9).

Henry menilai kondisi ini menciptakan basis ekspektasi yang rendah saat Indonesia memasuki siklus pelonggaran fiskal dan moneter global dalam 6 bulan ke depan. Selain itu, outflow asing sejak awal tahun mencapai sekitar US$ 3 miliar. Namun, situasi makro diperkirakan akan lebih konstruktif, terutama dengan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 125 bps sejak awal tahun.

Proyeksi Likuiditas dan Kebijakan Moneter

Likuiditas jangka pendek diperkirakan akan meningkat melalui proyeksi pemangkasan suku bunga tambahan dua kali masing-masing 25 bps pada Oktober atau November. Selain itu, realokasi saldo anggaran (SAL) kepada bank BUMN juga menjadi faktor penting.

Secara global, siklus pelonggaran fiskal dan moneter akan mendukung ekuitas Asia. Namun, tekanan pada rupiah yang melemah sekitar 2% sejak pemangkasan suku bunga terakhir tetap menjadi perhatian utama.

Sentimen Pasar di Akhir Tahun

VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menambahkan bahwa beberapa sentimen akan memengaruhi pergerakan IHSG di akhir tahun ini. Salah satunya adalah pelonggaran kebijakan moneter yang berpotensi menekan cost of fund dan meningkatkan aktivitas ekonomi serta ekspansi.

Audi menilai investor dapat fokus pada emiten sensitif dengan suku bunga dan berkaitan pada komoditas safe haven, khususnya blue chip.

Peran Patriot Bond dan Window Dressing

Pergerakan IHSG di kuartal IV-2025 juga dipengaruhi oleh sejumlah sentimen dari dalam negeri. Terutama dari BPI Danantara yang tengah menggodok penerbitan Patriot Bond senilai Rp 50 triliun.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai kehadiran Patriot Bond bisa memperkuat demand di pasar obligasi dan membawa inflow asing. Sementara likuiditas Danantara memperbesar ruang perbankan untuk ekspansi kredit.

Selain itu, potensi terjadinya window dressing juga menambah dorongan bagi IHSG untuk menguat. Biasanya, window dressing akan mendorong sektor perbankan, konsumer, dan telekomunikasi.

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham

KISI Sekuritas memproyeksikan pada skenario dasarnya IHSG bisa mencapai level 8.150–8.250. Sementara pada skenario bullish, IHSG bisa mencapai 8.350–8.400 dan skenario bearish di 7.900–8.000.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan bahwa IHSG sudah melewati sasaran awal 7.740–7.920. Fokus saat ini beralih pada konsistensi indeks bertahan di atas 8.000.

Sementara saham pilihan dari KISI Sekuritas untuk akhir tahun ini jatuh pada saham BBRI, BMRI, BBCA, ICBP, MYOR, TLKM, TOWR, ADHI, CTRA, BREN, DSSA dan BRPT. Sementara saham pilihan JP Morgan jatuh pada BBCA, AMRT, ICBP, MAPI, ISAT, GOTO, ASII, CTRA, PWON, ATNM.

Audi merekomendasikan beli BBCA dengan target harga di Rp 9.000, beli BMRI dengan target di Rp 5.600. Dia juga merekomendasikan trading buy ANTM, TLKM, ASII dengan masing-masing target harga di Rp 4.200, Rp 3.450 dan Rp 6.450.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan