Perubahan Struktur Pemegang Saham EMAS

Konglomerat Tanah Air Garibaldi Thohir atau dikenal Boy Thohir terpantau tidak lagi menggenggam porsi mayoritas di atas 5% di emiten tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kepemilikan Boy susut tak sampai satu bulan setelah EMAS mencatatkan saham perdana atau IPO di BEI pada Selasa (23/9) lalu.
Dalam struktur pemegang saham Merdeka Gold Resources saat IPO, Boy Thohir memiliki 905,03 juta saham EMAS atau sebesar 5,59%. Namun berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek September 2025, nama Boy dan informasi kepemilikannya sudah tak ada di daftar pemegang saham di atas 5%.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam daftar pemegang saham yang dipublikasikan perseroan, hanya Hardi Wijaya Luing Presiden Komisaris EMAS menggenggam sebanyak 235,188 juta atau 1,45% saham EMAS. Kemudian PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang merupakan pengendali perusahaan, memiliki 57% atau sebesar 9,25 miliar saham. Pemegang saham EMAS lainnya adalah Merdeka Gold Resources sebesar 8,95% atau sebanyak 1,44 miliar saham. Sedangkan masyarakat memegang 31,94% atau 5,16 miliar saham.
Sebelum Boy Thohir melepas kepemilikan sahamnya, harga saham EMAS pada IPO pada Senin (23/9) menyentuh batas tertinggi atau auto reject atas (ARA). Saham emiten ke-23 tahun ini dibuka menguat 25% ke level Rp 3.600 per lembar. Volume saham yang diperdagangkan saat itu tercatat 1,85 juta dengan nilai transaksinya Rp 6,66 miliar. Lalu frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 1.006 kali. Adapun kapitalisasi pasar Merdeka Gold Resources pagi itu senilai Rp 58,25 triliun.
Perseroan melepas 1,61 miliar saham biasa dengan nominal Rp 150. Jumlah ini setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Adapun Harga pelaksanaan ditetapkan di harga Rp 2.880.
Fluktuasi Harga Saham EMAS
Saham EMAS sempat terjun hingga ke Rp 3.100 pada 25 September 2025. Sedangkan apabila melihat perdagangan saham hari ini, Kamis (9/10) pukul 14.37 WIB, saham EMAS turun 3,14% ke Rp 4.320 per lembarnya. Volume yang diperdagangkan tercatat 38,47 juta dengan nilai transaksi Rp 168,48 miliar dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 69,90 triliun. Secara mingguan, saham yang mengelola tambang emas Pani ini merosot 7,30%.
Di tengah kenaikan harga itu, manajemen menyampaikan terdapat kenaikan cadangan bijih emas (gold ore reserve) untuk Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Dalam keterbukaan informasi terbaru kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen EMAS menjelaskan berdasarkan studi teknis terbaru, cadangan bijih emas di Tambang Emas Pani meningkat menjadi 4,8 juta ons. Jumlah ini naik 150% dibandingkan cadangan sebelumnya sebesar 1,9 juta ons.
Dengan kandungan sumber daya mineral (mineral resource) yang mencapai lebih dari 7 juta ons, tambang ini kini menjadi salah satu deposit emas primer terbesar di Indonesia. Perusahaan tambang dan logam yang dikendalikan oleh PT Provident Capital Indonesia dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) tersebut telah memulai operasi penambangan pada 1 Oktober 2025.
Target Produksi dan Strategi Pengembangan
Adapun target produksi emas pertama pada kuartal pertama 2026 dan potensi produksi puncak hingga 500.000 ons per tahun pada 2032. Manajemen menyebut peningkatan cadangan ini menunjukan keberhasilan strategi eksplorasi, pengelolaan sumber daya yang efektif, dan optimalisasi operasional. Hal itu juga menunjukan perluasan fasilitas pelindian tailing dan tumpukan, didukung oleh asumsi tingginya harga emas.
Manajemen meyakini tambahan cadangan bisa memperkuat posisi EMAS sebagai salah satu produsen emas terkemuka di Indonesia melalui Tambang Emas Pani. Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Abidin, mengatakan update cadangan ini menegaskan prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. Ia menyebut perusahaan optimistis capaian ini akan memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan bertambahnya cadangan bijih emas, EMAS berkomitmen untuk menjalankan praktik pertambangan yang baik (good mining practices), berkelanjutan, hingga berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.