Masih Naik, Bitcoin Diperkirakan Terus Meningkat Didukung Arus Dana ETF

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Masih Naik, Bitcoin Diperkirakan Terus Meningkat Didukung Arus Dana ETF

Perkembangan Harga Bitcoin dan Prediksi Analis

Harga Bitcoin masih menunjukkan potensi penguatan meskipun sempat mencapai rekor tertinggi baru pada awal pekan ini. Para analis menyatakan bahwa aset kripto terbesar dunia ini belum memasuki fase jenuh beli (overbought). Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki ruang untuk berkembang lebih lanjut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut data dari CryptoQuant, Bitcoin pernah menembus level US$126.000 pada Senin (6/10/2025), namun kemudian stabil di kisaran US$122.000 pada Rabu. Pada Kamis (9/10/2025) pukul 09.27 WIB, harga Bitcoin tercatat di US$122.087, dengan penurunan sebesar 0,14% dalam 24 jam terakhir.

Kontributor CryptoQuant, Arab Chain, mengatakan bahwa pergerakan harga saat ini berada dalam "kisaran stabil jauh dari kondisi jenuh beli yang biasanya mendahului puncak harga historis." Ia menambahkan bahwa Bitcoin saat ini sedang dalam fase momentum kenaikan yang seimbang.

Rata-rata pergerakan 30 hari Bitcoin saat ini sedikit di bawah US$116.000, yang menunjukkan tren naik yang konsisten tanpa adanya deviasi tajam. Volatilitas Bitcoin juga tercatat relatif rendah, dengan deviasi standar 30 hari sekitar US$4.540. Hal ini menandakan tekanan harga yang biasanya menjadi sinyal awal pergerakan kuat, terutama ke arah atas, jika didukung oleh arus likuiditas baru.

Secara historis, Bitcoin cenderung mencapai puncak siklus harga sekitar 600 hari setelah halving, yaitu peristiwa ketika hadiah blok penambangan berkurang setengah. Jika pola ini berulang, maka Bitcoin kini berada dalam jendela waktu kritis yang sering mendahului pasar bullish besar.

Bitwise: Bintang-Bintang Sedang Selaras untuk Rekor Baru ETF Bitcoin

Kepala Investasi Bitwise, Matt Hougan, memprediksi bahwa aliran dana ke ETF Bitcoin akan mencetak rekor baru pada kuartal IV-2025. Menurut Hougan, kenaikan harga Bitcoin menjadi katalis utama yang akan mendorong minat investor institusional dan ritel terhadap produk ETF Bitcoin di AS.

“Dari posisi saya, bintang-bintang sedang selaras untuk kuartal IV yang sangat kuat—lebih dari cukup untuk membawa kita ke rekor baru,” ujarnya.

Pada sembilan bulan pertama 2025, ETF Bitcoin di AS telah mencatatkan arus masuk dana sebesar US$22,5 miliar, dan berpotensi menutup tahun dengan total sekitar US$30 miliar. Angka ini mendekati rekor tahun pertama peluncurannya yang mencapai US$36 miliar.

Hougan menambahkan bahwa setiap kali harga Bitcoin naik dua digit dalam satu kuartal, aliran dana ke ETF juga biasanya meningkat “dalam kisaran puluhan miliar dolar.”

Fenomena “Debasement Trade” Dorong Minat ke Aset Nyata

Hougan juga menyebut tren pelemahan dolar AS sebagai pemicu minat terhadap aset lindung nilai seperti emas dan Bitcoin. “Wall Street akan mencari The Debasement Trade — yakni membeli aset yang tahan terhadap penurunan nilai dolar,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah manajer kekayaan besar mulai membuka akses terhadap ETF kripto. Laporan Morgan Stanley baru-baru ini bahkan merekomendasikan alokasi hingga 4% dari portofolio bagi investor dengan profil risiko tinggi.

Hougan menegaskan bahwa kuartal IV sudah “dimulai dengan sangat baik,” dengan total arus masuk ke ETF Bitcoin mencapai US$3,5 miliar hanya dalam empat hari perdagangan pertama bulan Oktober. “Kami punya 64 hari lagi untuk menambah US$10 miliar, dan saya yakin kami bisa mencapainya—bahkan lebih,” ujarnya optimistis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan