Masih Olah TKP, Keluarga Tak Bisa Ambil Barang Korban di SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Masih Olah TKP, Keluarga Tak Bisa Ambil Barang Korban di SMAN 72 Jakarta
Masih Olah TKP, Keluarga Tak Bisa Ambil Barang Korban di SMAN 72 Jakarta

Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Korban Masih Dirawat di Rumah Sakit

Pada Jumat (7/11/2025), terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta yang melukai sejumlah orang. Ledakan tersebut terjadi saat kegiatan salat Jumat berlangsung di masjid yang berada di dekat sekolah tersebut. Peristiwa ini menimbulkan kekacauan dan mengundang perhatian dari masyarakat serta aparat kepolisian.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Polisi masih melakukan olah TKP dan rencananya akan menggelar konferensi pers hari ini. Polda Metro Jaya akan memberikan informasi lebih lanjut tentang penyebab ledakan tersebut.

Keluarga Korban Tidak Boleh Mengambil Barang Milik Korban

Muhammad Nur Karim, adik dari korban ledakan ZA, mengatakan bahwa pihak keluarga belum diperbolehkan mengambil barang milik korban dari lokasi kejadian. Menurutnya, polisi masih melakukan olah TKP dan tidak memperbolehkan pengambilan barang hingga proses selesai.

"Saya mau ambil barang bukti dari korban ya, Kak. Karena kata polisi setempat itu masih jadi olah TKP, jadi belum boleh," ujar Karim di depan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (8/11/2025).

Karim menyebutkan bahwa barang milik adiknya baru bisa diambil pada hari Senin. "Ada tas, sama itu sih motor sih," katanya.

Informasi Awal Tentang Ledakan

Karim mengaku mendapatkan informasi awal tentang ledakan dari wali kelas adiknya. Awalnya, ia mengira ledakan terjadi karena sound system. Namun, setelah mengecek ke rumah sakit, ia menyadari bahwa ada banyak darah di lantai.

"Nah, terus saya tanya lebih dalam pada wali kelasnya. Oh, maaf, Kak. Ini sebenarnya bukan ini, tapi ada bom gitu. Tadi ditemukan barang bukti, ada airsoft gun," tambahnya.

Kronologi Ledakan

Ledakan terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jumat (7/11/2025) siang. Saat kejadian, kegiatan salat Jumat tengah berlangsung. Beberapa saksi menyebutkan bahwa ada orang tak dikenal yang mencurigakan masuk ke dalam masjid sebelum ledakan terjadi.

Berdasarkan keterangan Farel, siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta, suara ledakan terdengar tepat ketika khatib sedang menyampaikan ceramah. Ledakan berasal dari bagian dalam masjid yang berada di area sekolah.

Beberapa siswa mengatakan bahwa terduga pelaku adalah seorang siswa di sekolah tersebut yang dikenal pendiam dan sering menjadi korban perundungan oleh teman-temannya.

Jumlah Korban dan Kondisi Mereka

Sebanyak 54 orang menjadi korban luka akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Dari jumlah tersebut, 21 orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih dan RS Yarsi, Jakarta Pusat. Sementara itu, 33 korban lainnya masih menjalani perawatan medis di dua rumah sakit tersebut.

"Dar 54 siswa, tinggal 33. 21 sudah pulang dalam kondisi Alhamdulillah sudah baik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Jumat malam.

Tim Gabungan Terus Lakukan Olah TKP

Tim gabungan dari Puslabfor, Densus 88, Tim Penjinak Bom (Jibom) dan Gegana Polri masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga malam tadi. Setelah olah TKP rampung dilakukan, Polda Metro Jaya akan menggelar konferensi pers pada Sabtu (8/11/2025) hari ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan