Masjid Nurul Jannah Bertahan 23 Tahun di Pantai Pisangan Karawang

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Masjid Nurul Jannah Bertahan 23 Tahun di Pantai Pisangan Karawang

Masjid Nurul Jannah, Satu-Satunya Bangunan yang Bertahan di Tengah Abrasi

Di kawasan pantai utara Karawang, khususnya di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, gelombang air laut pasang atau rob telah menjadi ancaman serius selama puluhan tahun. Akibatnya, abrasi terjadi secara masif dan menghancurkan ratusan rumah warga. Hanya sisa-sisa material yang tersisa dan kini terendam air laut.

Namun, di tengah kehancuran tersebut, ada satu bangunan yang tetap berdiri tegak: Masjid Nurul Jannah. Meskipun tidak lepas dari dampak banjir Rob, masjid ini tetap kokoh dan menjadi tempat ibadah bagi warga setempat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sejarah Masjid Nurul Jannah

Masjid Nurul Jannah dibangun pada tahun 2002 oleh seorang dermawan asal Garut, H. Adang. Awalnya, masjid ini tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Berbeda dengan bentuk masjid umumnya, masjid ini memiliki struktur persegi enam dengan 16 kamar di dalamnya yang dulu digunakan untuk pengobatan para santri narkoba.

Bagian atas masjid terdapat tujuh kubah yang memiliki makna tertentu. Menurut Abdul Choliq, pengelola masjid, tujuh kubah tersebut melambangkan tujuh bintang. "Filosofi itu lebih terkait dengan pengobatan, bukan hanya sekadar simbol," ujarnya.

Pada masa lalu, masjid ini menjadi cabang dari pusat terapi narkoba yang berada di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pada 2008, masjid ini masih ramai dikunjungi oleh para pecandu narkoba yang ingin memulihkan diri. Mereka melakukan ibadah setiap hari, dan pengobatan dilakukan pada malam hari dengan cara dzikir bersama serta introspeksi diri.

Metode pengobatan yang digunakan adalah "Talasoh", yaitu berendam di tengah laut. "Mereka kadang menangis, tapi kami percaya bahwa dengan cara ini mereka bisa berserah diri kepada Sang Pencipta," tambah Abdul Choliq.

Dari Tempat Rehabilitasi ke Tempat Ibadah

Sayangnya, kini Masjid Nurul Jannah tidak lagi menjadi tempat rehabilitasi narkoba. Setelah H. Adang tidak lagi aktif, tidak ada generasi penerus yang melanjutkan program tersebut. Saat ini, hanya sedikit pengunjung yang datang untuk berdzikir atau mencari pengalaman spiritual.

Meski demikian, Abdul Choliq tetap bersyukur karena masjid ini masih bisa digunakan untuk beribadah. Di sore hari, anak-anak warga setempat belajar mengaji di dalam masjid tersebut.

Keunikan Lain di Sekitar Masjid

Selain fungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Nurul Jannah juga memiliki dua sumur yang dianggap sakral. Konon, sumur tersebut merupakan patilasan Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana, tokoh pendiri Cirebon yang merupakan putra dari Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang.

Salah satu sumur sudah berada di tengah laut akibat abrasi, sementara yang satunya masih berada di dekat masjid. Banyak warga yang datang ke sini untuk mandi atau mengambil air dari sumur tersebut.

Kartono, warga setempat, menyebutkan bahwa sumur tersebut sudah ada sejak ia kecil. "Saat saya kecil sumur itu sudah ada. Ketika dusun dilanda kekeringan, warga banyak mengambil air dari sumur ini," katanya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan