Mau Rights Issue, Saham Tanrise Property (RISE) Melonjak 753%

admin.aiotrade 22 Okt 2025 2 menit 17x dilihat
Mau Rights Issue, Saham Tanrise Property (RISE) Melonjak 753%

Pergerakan Saham RISE yang Menggelegar

Saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) kembali menunjukkan pertumbuhan signifikan setelah mengumumkan rencana penambahan modal melalui rights issue. Hal ini membuat saham perusahaan properti milik konglomerat Hermanto Tanoko tersebut menyentuh auto reject atas (ARA), yang merupakan batas maksimal kenaikan harga harian berdasarkan aturan Bursa Efek Indonesia (BEI).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data dari Bloomberg, pada perdagangan hari ini, Rabu (22/10/2025), saham RISE melonjak sebesar 19,86% ke level Rp8.750. Angka ini mencerminkan tingkat kenaikan terbesar dalam satu hari. Sebelumnya, pada perdagangan kemarin, Selasa (21/10/2025), saham RISE juga mengalami lonjakan besar, yaitu sebesar 19,67% ke level Rp7.300 per saham.

Dari awal tahun hingga saat ini, saham RISE telah meningkat sebesar 753,65%. Pada akhir 2025, harga saham perusahaan ini hanya berada di level Rp1.025 per saham. Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor mulai memperhatikan potensi pengembangan bisnis yang dilakukan oleh RISE.

Rencana Rights Issue yang Besar

Peningkatan harga saham RISE tidak lepas dari rencana emiten properti ini untuk melakukan rights issue. Dalam pengumumannya, RISE akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,33 miliar saham baru melalui PMHMETD I atau rights issue.

Corporate Secretary RISE, Herliani Prayogo, menjelaskan bahwa saham baru tersebut akan diterbitkan dengan nominal Rp100 per saham. Namun, hingga saat ini, manajemen RISE belum menetapkan harga pelaksanaan dalam rights issue tersebut.

Jika diasumsikan bahwa harga pelaksanaan rights issue menggunakan harga pasar saham RISE pada penutupan perdagangan kemarin, yaitu Rp7.300 per saham, maka RISE berpotensi mengumpulkan dana segar sebesar Rp9,7 triliun. Dana ini akan digunakan untuk berbagai proyek pengembangan usaha, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak dan/atau perusahaan asosiasi.

Penggunaan Dana dari Rights Issue

Herliani menjelaskan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issue RISE akan digunakan untuk pengembangan usaha. Beberapa proyek utama yang akan dikembangkan antara lain:

  • Tanrise City Bandung
  • Tanrise City Sidoarjo
  • Kawasan Industri di Banjarbaru Kalimantan
  • Kawasan Resor Taman Dayu

Selain itu, sebagian dana rights issue juga akan dialokasikan sebagai modal kerja dan untuk melunasi pinjaman perusahaan.

Perseroan juga berencana untuk meminta persetujuan para pemegang saham atas rencana PMHMETD I dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 November 2025.

Catatan Penting

Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan