
Penangkapan Besar-Besaran untuk Mengatasi Penyelundupan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan informasi mengenai rencana penangkapan besar-besaran yang akan dilakukan untuk menertibkan praktik penyelundupan. Menurutnya, tidak hanya penyelundupan yang akan ditangani, tetapi juga pelaku praktik under invoicing yang selama ini sering kali digunakan untuk menghindari atau mengurangi bea masuk dan pajak.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Yang (melakukan) under invoicing, yang selama ini nyelundupin, yang banyak apa, tekstil, baja apa segala macam itu kan sudah ada nama-nama pemainnya," ujar Purbaya dalam sebuah wawancara yang diunggah ke YouTube Kompas TV, Selasa (21/10/2025).
Praktik under invoicing adalah tindakan mencantumkan nilai faktur yang lebih rendah dari harga sebenarnya untuk suatu barang atau jasa. Hal ini sering kali dilakukan oleh importir agar bisa menghindari bea masuk dan pajak. Namun, praktik ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap ketentuan kepabeanan.
Saat ditanya tentang potensi pengembalian uang negara dari dua tindakan tersebut, Purbaya menyatakan bahwa angka masih dalam perhitungan. "Belum tahu, masih kita hitung," katanya.
Rencana Penangkapan Besar-Besaran
Sebelumnya, Menkeu Purbaya telah mengungkapkan adanya rencana penangkapan besar-besaran terhadap pelaku praktik penyelundupan. Ia memastikan bahwa penegakan hukum akan berlaku tanpa pandang bulu, termasuk bagi pelaku yang dilindungi oleh orang berpengaruh.
“Yang suka main selundup, saya tangkap. Bentar lagi ada penangkapan besar-besaran. Saya enggak peduli di belakangnya siapa. Di belakang saya pasti ada yang paling tinggi kan ya, Presiden paling tinggi di sini. Pasti beres,” ujar Purbaya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Purbaya menyebut bahwa penyelundupan marak di sektor tekstil, rokok, dan baja. Praktik ini disebutnya memperlemah industri dalam negeri dan menekan penerimaan negara. “Rokok, saya akan beresin. Tekstil. Jadi rokok, abis itu tekstil, habis itu baja, habis itu yang lain. Satu per satu saya akan kejar,” katanya.
Langkah Tegas untuk Meningkatkan Ekonomi
Menurut Purbaya, pemberantasan penyelundupan menjadi kunci untuk memperkuat rasio pajak dan menata kembali struktur industri. Ia menegaskan bahwa praktik ini tidak selalu melibatkan pegawai Bea dan Cukai. Banyak di antara mereka enggan bertindak karena pelaku sering mendapat perlindungan dari kalangan berkuasa.
“Saya panggil orang Bea Cukainya, ‘lo enggak benar’. ‘Bukan begitu Pak, di belakangnya ada bekingan gede, kami enggak bisa apa-apa’,” ucapnya.
Purbaya menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk takut. Ia mengingatkan bawahannya untuk tetap menindak siapapun yang melanggar. “Ya sudah sekarang sikat aja. Kan Dirjen Bea Cukai saya bintang tiga. Kecuali bintang empatnya yang nyuruh. Kalau bintang empat kita lapor presiden,” katanya.
Langkah tegas ini, menurutnya, bukan semata penindakan, melainkan bagian dari strategi memperbaiki tata ekonomi agar pertumbuhan berjalan sehat.
"Dengan strategi seperti itu, saya yakin pelan-pelan ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Tapi enggak langsung besok 8 persen ya. Tahun depan mungkin bisa mendekati 6 persen atau lebih. Tahun depannya lebih cepat lagi,” tutur Purbaya.