MBG Capai 36,7 Juta Orang, BGN: Tidak Ada yang Terlewat dalam Pemenuhan Gizi

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
MBG Capai 36,7 Juta Orang, BGN: Tidak Ada yang Terlewat dalam Pemenuhan Gizi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Capai Jangkauan Luas di Seluruh Indonesia

Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa hingga Senin (20/10/2025), terdapat lebih dari 12.500 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. SPPG tersebut menyediakan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sebanyak 36.773.520 orang, mencakup berbagai kelompok masyarakat seperti siswa PAUD, SD, SMP, SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan kolaborasi ini, pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dapat terus berjalan dengan efektif dan merata.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan program MBG berjalan efektif dan merata," ujar Dadan melalui pernyataannya, Selasa (21/10/2025).


Petugas merapikan dan menyusun food tray atau piring makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Antapani Kulon, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025). SPPG tersebut akan menyediakan sedikitnya 2400 paket untuk 13 sekolah dasar dan taman kanak-kanak di kawasan sekitar yang mulai didistribusikan pada Senin (13/10) mendatang.

Dadan menambahkan bahwa perluasan SPPG terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan daerah, terutama wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ia memastikan seluruh daerah dapat memiliki akses setara terhadap layanan gizi.

"Prinsipnya, tidak boleh ada yang tertinggal dalam hal pemenuhan gizi," ujarnya.

Manfaat Ekonomi dari Program MBG

Dadan menilai bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat untuk memenuhi gizi masyarakat. Lebih dari itu, program yang dimulai sejak 6 Januari 2025 tersebut diklaim telah membuka lapangan kerja secara luas di berbagai daerah.

Menurut dia, banyak tenaga kerja terserap langsung di dapur SPPG, mulai dari juru masak, petugas distribusi, tenaga administrasi, hingga tenaga kebersihan. Tak hanya itu, hadirnya ribuan supplier bahan pangan dan logistik di tingkat lokal turut melahirkan entrepreneur baru, terutama di sektor UMKM.

"Program MBG menumbuhkan ekosistem kewirausahaan baru. Kita melihat tumbuhnya pelaku usaha lokal yang sebelumnya tidak terlibat dalam sektor pangan kini ikut berpartisipasi, baik sebagai supplier maupun penyedia jasa pendukung," kata Dadan.

Pertumbuhan Industri Pendukung

Ia menambahkan bahwa program MBG juga memicu munculnya industri turunan, seperti produsen food tray (ompreng), alat makan, peralatan dapur, serta rapid test untuk mendukung keamanan pangan. Industri-industri tersebut dinilai menjadi bagian penting dari keberlanjutan ekosistem MBG di masa mendatang.


Sebaran Dapur MBG - (aiotrade)

Perluasan Akses Layanan Gizi

Selain itu, BGN terus melakukan upaya perluasan akses layanan gizi dengan memprioritaskan daerah-daerah yang masih kesulitan mengakses layanan kesehatan dan nutrisi. Dengan adanya SPPG yang tersebar di berbagai wilayah, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memperoleh makanan bergizi tanpa harus bepergian jauh.

Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan melalui program MBG. Hal ini dilakukan dengan memperkuat sistem pengawasan dan koordinasi antara pihak-pihak terkait.

Dengan demikian, program MBG tidak hanya menjadi solusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan