MDKA Luncurkan Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
MDKA Luncurkan Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit

Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit: Membuka Peluang Baru bagi Industri Pertambangan Indonesia

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sedang mempercepat pengembangan proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini dikelola melalui anak perusahaan MDKA, PT Bumi Suksesindo (BSI), dan diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam industri pertambangan tembaga nasional.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

General Manager Communications Merdeka Copper Gold, Tom Malik, menjelaskan bahwa proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit berada tepat di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit yang saat ini sedang beroperasi. Proses eksplorasi proyek ini telah dimulai sejak 2018 dan hingga kini telah menyerap dana investasi sekitar US$ 250 juta. Saat ini, proyek ini sedang menjalani proses studi kelayakan atau feasibility study (FS) yang ditargetkan selesai pada 2025.

Kondisi yang Kompleks

Karena lokasinya yang berada di bawah tanah dan dekat dengan pesisir laut, pengembangan proyek ini dinilai lebih kompleks dibandingkan proyek tambang bawah tanah lainnya. Untuk melakukan eksplorasi, MDKA membangun terowongan sepanjang 2 kilometer dan titik terdalam sekitar 80 meter di bawah permukaan laut.

Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit akan menghasilkan komoditas tembaga dan emas. Potensi kedua komoditas ini sangat besar dalam proyek tersebut.

Menjadi Tambang Tembaga Terbesar Ketiga di Indonesia

Berdasarkan Mineral Estimate (MRE) terbaru, jumlah sumber daya mineral terindikasi pada proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit meningkat dari 442 juta ton menjadi 755 juta ton. Kandungan tembaga meningkat dari 8,1 juta ton menjadi 8,2 juta ton, sedangkan kandungan emas meningkat dari 27,4 juta ons troi menjadi 27,9 juta ons troi.

Tom Malik menyatakan bahwa proyek ini diperkirakan dapat memproduksi sekitar 115.000–120.000 ton tembaga per tahun. Jika proyeksi ini terealisasi, Tambang Tembaga Tujuh Bukit akan menjadi tambang tembaga terbesar ketiga di Indonesia, setelah Tambang Grasberg Freeport Indonesia dan Tambang Batu Hijau Amman Mineral Nusa Tenggara.

"Proyek ini bisa menambah kapasitas produksi tembaga di Indonesia sekitar 10%–15%," ujarnya.

Transisi dari Tambang Terbuka ke Bawah Tanah

Tom Malik tidak secara langsung menyebut target produksi untuk proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit. Namun, ia berharap proyek ini akan beroperasi sebelum umur Tambang Emas Tujuh Bukit yang berada di area open pit habis sekitar 2029 atau 2030. Oleh karena itu, studi kelayakan yang dilakukan MDKA ditujukan agar transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah Tujuh Bukit bisa berjalan lancar.

"Setelah FS selesai nanti ada evaluasi, baru sesudahnya masuk ke tahap konstruksi dan setelah itu produksi. Kami harapkan ada transisi langsung dengan tambang terbuka tanpa perlu jeda operasional," jelas dia.

Operasi Tambang Emas Tujuh Bukit

Sebagai catatan, MDKA masih mengoperasikan Tambang Emas Tujuh Bukit dengan metode open pit di area seluas 992 hektare (Ha). Tambang ini menghasilkan komoditas emas dan perak, di mana emas yang telah diproduksi sudah mencapai lebih dari 1 juta ons troi.

Sedangkan untuk 2025, tambang ini ditargetkan dapat memproduksi sekitar 100.000–110.000 ons troi emas dengan cash cost sekitar US$ 1.000–US$ 1.100 per ons troi.

Ekspansi Lebih Lanjut

Sebelum berekspansi melalui proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit, MDKA juga telah mengoperasikan Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya yang menghasilkan komoditas mineral tembaga, emas, dan pirit. Pada 2025, tambang ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar 9.500–11.500 ton tembaga dengan cash cost sekitar US$ 1,60–US$ 2,20 per pound.


MDKA Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan