Medco E&P Percaya Produksi Gas South Sumatra Blok Tetap di 65 MMSCFD

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Medco E&P Percaya Produksi Gas South Sumatra Blok Tetap di 65 MMSCFD

Produksi Gas di South Sumatra Block Dipertahankan hingga Akhir 2025

PT Medco E&P Indonesia menunjukkan keyakinan yang tinggi dalam menjaga produksi gas di South Sumatra Block pada level 65 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga akhir tahun 2025. VP Operation Onshore Medco E&P, Irfan Eka Wardhana, menyatakan bahwa saat ini produksi gas berada di kisaran 60 hingga 65 juta MMSCFD. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata realisasi pada 2024, yang mencapai 53,62 juta MMSCFD.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Irfan mengungkapkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam mempertahankan pasokan energi nasional. Dalam kunjungan media ke Stasiun Soka Medco E&P di Sumatra Selatan, ia mengatakan:

"Alhamdulillah, ternyata bisa dan kami akan bertahan hingga akhir tahun di sekitar ini ya, 65 juta, 60 juta sampai 65 juta [standar kaki kubik per hari]."

South Sumatra Block merupakan salah satu sumber utama pasokan gas untuk industri strategis di Indonesia. Sejak awal pengembangannya pada 1990-an, blok ini terus memberikan kontribusi signifikan bagi kebutuhan energi Sumatra Selatan. Pada 2024, South Sumatra Block mencatat produksi minyak sebesar 2.320 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 53,62 MMSCFD.

Pasokan energi dari blok ini tidak hanya memenuhi kebutuhan industri seperti PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), tetapi juga masyarakat di wilayah Sumatra Selatan. Irfan menekankan bahwa Medco E&P berkomitmen untuk menjalankan operasi dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan yang tinggi.

"Kami akan terus mendukung agenda pemerintah dalam menjaga ketahanan energi melalui operasi yang aman dan efisien," ujarnya.

Pengembangan Proyek Utama untuk Keberlanjutan Produksi

Untuk menjaga keberlanjutan produksi migas, Medco E&P sedang mengembangkan dua proyek utama, yaitu Flamboyan Rengas dan Arung Nowera. Kedua proyek pengeboran sumur ini dirancang untuk mempertahankan tingkat produksi migas di wilayah kerja yang mencakup tujuh kabupaten di Sumatra Selatan.

Saat ini, perusahaan mengelola 139 sumur aktif melalui dua area operasi utama, Western Field dan Eastern Field. Proyek-proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memastikan pasokan energi tetap stabil.

Inisiatif Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca

Selain fokus pada produksi, Medco E&P bersama SKK Migas juga menjalankan berbagai inisiatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Program pengurangan GRK pada periode 2024–2025 mencakup beberapa langkah penting, seperti:

  • Fuel gas optimization – Peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar gas.
  • Flare gas utilization – Pemanfaatan gas buang dari proses pembakaran.
  • Penonaktifan enclosed ground flare di Keramasan – Mengurangi emisi dengan menghentikan penggunaan alat pembakaran tertutup.
  • Pemanfaatan gas buang menjadi sales gas di Lapangan Matra – Membuat nilai ekonomi tambahan dari gas buang.

Menurut Syafei, Kepala Dept. Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, inisiatif-inisiatif ini berhasil menekan emisi hingga 54.000 ton CO2e per tahun. Selain itu, langkah-langkah ini juga meningkatkan efisiensi energi dan menciptakan nilai ekonomi tambahan.

"Peran South Sumatra Block sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan gas nasional. Keberhasilan operasi Medco E&P menunjukkan pentingnya kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam menjaga ketahanan energi Indonesia," katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan