MedcoEnergi Kurangi Emisi 1,5 Juta Ton, Bawa Perubahan Energi Asia Tenggara

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 17x dilihat
MedcoEnergi Kurangi Emisi 1,5 Juta Ton, Bawa Perubahan Energi Asia Tenggara


JAKARTA, aiotrade
– PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menegaskan posisinya sebagai pemain utama energi di Asia Tenggara dengan strategi berbasis tiga pilar, yakni pilar hulu minyak dan gas, pilar ketenagalistrikan, serta pilar pertambangan tembaga. Langkah ini disampaikan CEO Roberto Lorato dalam ajang Asia Pacific Energy Capital Assembly 2025 di Singapura, 9–10 Juni 2025 lalu.

“Dengan menyeimbangkan ketiga pilar ini, kami ingin memastikan MedcoEnergi menjadi penyedia solusi energi yang terjangkau, andal, dan lebih bersih bagi kawasan Asia Tenggara yang terus berkembang,” ujar Lorato, Rabu (11/6/2025) lalu melalui keterangannya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Lantas, seperti apa tiga pilar MedcoEnergi?

Pilar Pertama: Hulu Minyak dan Gas

Pilar pertama yakni pilar minyak dan gas tetap menjadi fondasi utama bisnis MedcoEnergi. Dalam rangka memperkuat portofolio gas di Sumatra Selatan, perusahaan akan mengakuisisi 45 persen hak partisipasi sekaligus menjadi operator PSC Sakakemang, serta 80 persen hak partisipasi pada South Sakakemang.

Langkah ini efektif setelah persetujuan pemerintah dan sejalan dengan strategi jangka panjang untuk mengakuisisi aset dengan potensi pertumbuhan signifikan.

“Konsolidasi portofolio ini memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada serta memperkuat akses pasar di bawah kerangka regulasi yang dipahami dengan baik,” kata Lorato, Selasa (16/9/2025).

Selain itu, MedcoEnergi menambah kepemilikan di PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) menjadi 40 persen, yang menyalurkan gas dari PSC Corridor dan pemasok lain ke Riau, Batam, dan Singapura, memperkuat rantai nilai gas terintegrasi di Jawa dan Sumatra.

Pilar Kedua: Ketenagalistrikan

Di sisi ketenagalistrikan, MedcoEnergi gencar mengembangkan energi baru dan terbarukan. Saat ini, kontribusi energi terbarukan mencapai 25 persen dari total kapasitas terpasang unit bisnis ketenagalistrikan.

Contohnya yakni proyek geotermal Ijen dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bali Timur, serta pemasangan 1.500 panel surya di Blok Corridor dengan kapasitas 885 KWp.

Panel surya ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1.124 MWh listrik bersih per tahun, menghemat konsumsi gas sekitar 18 MMscf, dan menurunkan emisi karbon hingga 934 ton CO2e per tahun.

“Ini bukan sekadar instalasi teknologi, tapi bagian dari langkah nyata untuk mendukung efisiensi operasi sekaligus mengurangi jejak karbon kami,” ujar Ronald Gunawan, Direktur & COO MedcoEnergi, Selasa (9/9/2025) melalui keterangannya.

Menurut Ronald, inisiatif panel surya MedcoEnergi ini menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan hulu migas.

Pilar Ketiga: Pertambangan Tembaga

Pilar ketiga, yakni pertambangan tembaga. Pilar ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk mendukung elektrifikasi dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Lorato menjelaskan, tembaga adalah mineral penting untuk teknologi energi bersih dan kendaraan listrik, sehingga investasi di sektor ini merupakan langkah strategis yang memadukan pertumbuhan bisnis dengan keberlanjutan.

Ditilik dari sisi keberlanjutan, MedcoEnergi sendiri mencatatkan prestasi dengan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 lebih dari 1,5 juta ton CO2e dibandingkan tahun dasar 2019. Jumlah ini telah melampaui target 2025 sebesar 1,08 juta ton.

“Pengurangan emisi adalah bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh. MedcoEnergi terus menjalankan berbagai inisiatif pengurangan emisi yang dilakukan secara paralel dengan operasi kami di lapangan,” kata Ronald Gunawan, Selasa (5/8/2025).

Selain itu, beberapa inovasi yang diterapkan MedcoEnergi untuk pengurangan emisi meliputi optimasi Waste Heat Boiler di Grissik, pengaliran produksi tanpa kompresor di Natuna Offshore, elektrifikasi aset onshore, dan penggunaan biodiesel di Thailand.

MedcoEnergi juga tengah mengembangkan teknologi seperti Organic Rankine Cycle dan Steam Turbine Generators untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi jejak karbon. Target jangka panjang perusahaan terpampang jelas, yakni mencapai Net Zero emisi GRK Cakupan 1 dan 2 pada 2050, serta Cakupan 3 pada 2060.

Target dan Strategi Jangka Panjang

Ke depan, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas sebesar 145–150 mboepd, penjualan listrik 4.500 GWh, biaya produksi di bawah 10 dollar AS per boe, serta belanja modal masing-masing 400 juta dollar AS untuk minyak dan gas, dan 30 juta dollar AS untuk ketenagalistrikan.

“Portofolio cadangan hidrokarbon dan kepemilikan atas infrastruktur strategis memberikan akses pada aset dengan profil arus kas jangka panjang yang kuat, serta memperkuat peran MedcoEnergi dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia,” tegas Lorato.

Menutup penjelasan, Lorato menegaskan bahwa tiga pilar di atas merupakan komitmen MedcoEnergi untuk menjadi perusahaan yang adaptif, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan regional di Asia Tenggara.

Lorato sendiri sebagai CEO MedcoEnergi mendapatkan penghargaan Male Leader of the Year APAC Awards of Excellence 2025. Berkelindan dengan tiga pilar MedcoEnergi, penghargaan yang diterima Lorato turut menegaskan posisi perusahaan sebagai pemain strategis energi yang dihormati di kawasan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan