
jabar.aiotrade
, KABUPATEN BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan rencana pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Ia menargetkan seluruh proyek ini akan selesai pada tahun 2027.
“Alhamdulillah, meskipun sedang gerimis, kami dapat berjumpa dengan para guru, kiai, ulama, serta orang tua. Meskipun masjidnya belum diresmikan, masih dalam proses pembangunan, tetapi semangat kebersamaan yang terjalin sangat luar biasa,” ujar Rudy.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menjelaskan bahwa pembangunan masjid dan pusat layanan haji tersebut bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem keagamaan dan sosial yang lebih luas.
“Yang kita bangun sejatinya bukan hanya masjid, tetapi sebuah komunitas dan ekosistem pelayanan haji dan umrah,” jelasnya.
Rudy menyebutkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki jumlah calon jemaah haji terbesar di Indonesia. Menurutnya, kuota haji terbesar di dunia pertama adalah Pakistan, kedua Bangladesh, dan ketiga Indonesia. Di dalam negeri, Jawa Barat menjadi wilayah dengan kuota terbesar, dan di Jawa Barat, Kabupaten Bogor menjadi yang paling besar.
“Maka saat Bogor bicara haji, kita bicara dunia,” tuturnya.
Ia menilai, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab daerah religius terhadap peningkatan pelayanan bagi para tamu Allah.
“Selama ini, jemaah asal Bogor sebelum berangkat ke Tanah Suci masih harus transit ke Bekasi atau Pondok Gede. Ke depan, kami ingin semua pelayanan haji terpusat di Pakansari,” katanya.
Pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahun 2025 ditargetkan penyelesaian masjid dan miniatur Kabah, kemudian pada 2026 dilanjutkan dengan pembangunan asrama haji 13 lantai yang memiliki 235 kamar.
“Asrama haji itu nantinya digunakan selama dua bulan untuk musim haji, sedangkan sepuluh bulan lainnya akan difungsikan sebagai hotel syariah,” jelas Rudy.
Ia berharap dukungan dari DPRD Kabupaten Bogor agar seluruh tahapan pembangunan berjalan simultan tanpa jeda hingga selesai pada 2027.
Selain masjid dan asrama haji, Pemkab Bogor juga menyiapkan lahan seluas 3.000 meter di bagian belakang kawasan untuk pembangunan klinik dan area UMKM.
“Kami ingin kawasan ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan ekonomi umat. Santri dan jemaah bisa ikut menggerakkan roda ekonomi syariah di sini,” ujar Rudy.
Ia menegaskan bahwa semangat pembangunan pusat layanan haji di Pakansari sejalan dengan ajaran para ulama agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid harus menjadi tempat berkembangnya ekonomi keumatan, tempat santri berkreasi, dan masyarakat berdaya,” ucapnya.