Megathrust Siap Meledak, Awas Kiamat! Peringatan BMKG untuk Tiga Zona Rawan

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Megathrust Siap Meledak, Awas Kiamat! Peringatan BMKG untuk Tiga Zona Rawan
Megathrust Siap Meledak, Awas Kiamat! Peringatan BMKG untuk Tiga Zona Rawan

Peringatan BMKG: Potensi Gempa Besar dari Aktivitas Megathrust di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait adanya potensi gempa besar akibat aktivitas megathrust di Indonesia. Tiga zona rawan yang disebutkan adalah Mentawai-Siberut, Selat Sunda-Banten, dan Sumba. Ketiga wilayah ini belum melepaskan energi tektonik selama ratusan tahun, sehingga risiko gempa besar tetap ada.

Ancaman ini membutuhkan kewaspadaan mutlak. Jika benar-benar terjadi, antisipasi sejak dini harus terus dilakukan. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Tim Pengawas Bencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/11). Pernyataannya juga dikutip dari akun TikTok @kabarindonesia, Rabu (12/11).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Posisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng aktif dunia—Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik—menjadikan negeri ini salah satu kawasan paling rawan gempa di dunia. Lebih dari itu, ada 13 segmen megathrust yang membentang di sekitar kepulauan nusantara, dan sebagian di antaranya belum melepaskan energi tektoniknya.

“Negara kita berada di pertemuan tiga lempeng aktif dunia dengan 13 segmen megathrust yang sebagian belum melepaskan energi tektoniknya. Ini berarti potensi gempa besar masih mungkin terjadi kapan saja,” ujar Faisal, dikutip dari laman resmi BMKG.

Dari belasan segmen megathrust yang mengelilingi Indonesia, BMKG mengidentifikasi tiga zona paling berpotensi memicu gempa besar. Yaitu:

  • Megathrust Mentawai–Siberut (Sumatera Barat)
  • Megathrust Selat Sunda–Banten (antara Pulau Sumatera dan Jawa)
  • Megathrust Sumba (Nusa Tenggara Timur)

Ketiga wilayah ini dikatakan belum mengalami gempa besar selama ratusan tahun, sehingga energi tektonik di bawahnya terus terakumulasi dan berpotensi dilepaskan sewaktu-waktu. Faisal menegaskan, proses akumulasi energi ini tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan berakhir.

Namun, jika energi yang tersimpan dilepaskan secara tiba-tiba, potensi gempa berkekuatan besar hingga memicu tsunami sangat mungkin terjadi. “Tiga zona megathrust tersebut kini tengah dalam proses akumulasi energi tektonik. Gempa besar bisa saja terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi,” tegasnya.

Megathrust merupakan zona pertemuan antar-lempeng tektonik yang berada di daerah subduksi, yaitu tempat satu lempeng bumi menyusup ke bawah lempeng lainnya. Lokasinya umumnya berada di dasar laut, membuat setiap aktivitas di dalamnya berpotensi memicu gempa besar dan tsunami dahsyat.

Sejarah mencatat, gempa megathrust telah melahirkan bencana paling mematikan di dunia. Contohnya:

  • Megathrust Sunda (Indonesia) – yang memicu tsunami besar Aceh tahun 2004, menewaskan lebih dari 230 ribu jiwa.
  • Palung Peru–Chile (Amerika Selatan) – penyebab gempa Chile 1960, gempa terdahsyat sepanjang sejarah dengan magnitudo 9,5.
  • Palung Nankai (Jepang) – memicu tsunami besar yang berulang dalam sejarah Jepang.

Zona megathrust dapat pecah berulang kali dalam selang waktu ratusan tahun, tergantung pada seberapa cepat energi tektonik di bawahnya menumpuk. Karena itu, meskipun terlihat tenang selama puluhan tahun, potensi ancaman tetap ada dan bahkan semakin besar seiring waktu.

Faisal juga mengungkapkan data aktivitas seismik terbaru dari BMKG. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 850 gempa bumi di berbagai wilayah Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di bawah nusantara masih sangat aktif dan dinamis. “Kita harus terus waspada,” tukasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan