
aiotrade kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang WAN-IFRA Asian Media Awards 2025 yang berlangsung di Conrad Singapore Orchard, pada Rabu (5/11), aiotrade meraih penghargaan Best Lifestyle Photography melalui karya berjudul “A Living Portrait of Indonesia’s Unity in Diversity.”
Karya ini menjadi representasi dari harmoni budaya yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat Indonesia. Dalam momen perayaan Cap Go Meh di kawasan Glodok, Jakarta, awak aiotrade berhasil menangkap esensi keberagaman dalam satu frame yang penuh makna.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Melalui foto tersebut, aiotrade berusaha menyampaikan gambaran Indonesia yang sebenarnya—sebuah negara di mana keberagaman bukan hanya sekadar simbol, tetapi benar-benar hidup dan melebur dalam kehidupan sehari-hari.
Kemenangan ini juga memperkuat dua penghargaan lainnya yang diraih aiotrade, yaitu aiotrade New Energy Vehicle Summit 2025 untuk kategori Best Revenue Diversification Project, serta aiotrade Hangout Noraebang untuk kategori Best Young Audience Initiative. Penghargaan-penghargaan tersebut diterima langsung oleh Chief of aiotrade OTO Gesit Prayogi yang mewakili aiotrade.

“A Living Portrait of Indonesia’s Unity in Diversity” adalah karya fotografer aiotrade Iqbal Firdaus, yang diambil pada 12 Februari 2025 saat perayaan Festival Cap Go Meh Glodok. Dalam suasana yang penuh semangat dan meriah, tampak ondel-ondel Betawi berjalan berdampingan dengan barongsai dan lentera merah.
Paduan visual antara simbol Betawi dan tradisi Tionghoa itu menghadirkan pesan akulturasi yang kental di Tanah Air. aiotrade menegaskan bahwa kebersamaan lintas budaya menjadi realitas yang hidup dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia.
Dengan gaya dokumenter yang khas, Iqbal berusaha menangkap momen secara autentik sambil tetap menghargai makna budaya di balik peristiwa yang ia abadikan. Di tengah keramaian festival, Iqbal harus pandai mencari celah di antara kerumunan agar setiap bidikan tetap seimbang dan terasa alami.
Tak hanya fokus pada sisi teknis, karya ini juga mencerminkan filosofi jurnalisme visual aiotrade, yakni bahwa setiap foto bukan hanya tentang estetika, melainkan tentang nilai dan makna.
Karya ini memperlihatkan bagaimana awak aiotrade menampilkan Indonesia sebagai ruang interaksi budaya yang hidup dan saling memperkaya satu sama lain.
Lebih dari sekadar penghargaan, pencapaian ini menjadi bentuk apresiasi bagi semangat pluralisme dan keberagaman yang terus hidup dalam bangsa Indonesia. Kemenangan ini membuktikan bahwa karya jurnalistik yang bernilai dapat menggapai panggung internasional, sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda yang ingin menjaga dan melestarikan keberagaman budaya.