
aiotrade
- Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaannya, pendiri promotor K-pop Mecimapro (MCP), yang dikenal sebagai Melani, merilis surat terbuka yang berisi permohonan maaf kepada berbagai pihak. Dalam surat tersebut, ia mengakui adanya banyak kesalahan dan kekecewaan yang ditimbulkan, seraya mengungkapkan kondisi sulit yang tengah dialami perusahaannya.
"Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf ke banyak pihak yang saya kecewakan seperti para fans kpop yang pernah menonton acara kami, rekan bisnis kami baik yang masih berjalan maupun yang sudah tidak lagi berjalan, para vendor-vendor, pengurus dan pemilik venue serta pihak yang mendukung kami selalu,"
tulis Melani Mecimapro dalam suratnya yang dikutip aiotradepada Sabtu (8/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Secara khusus, ia menyoroti masalah yang terjadi pada para penggemar grup band DAY6, yang dikenal sebagai Myday. Pasalnya, hingga saat ini pihak Mecimapro belum melakukan refund tiket konser DAY6 bertajuk Forever Young.
"Terutama kepada Myday atas kendala refund yang berjalan,"
tambahnya.
Dalam surat emosional tersebut, Melani juga berbagi sekilas perjalanan pribadinya. Ia menceritakan bagaimana kecintaannya pada musik K-pop mendorongnya mendirikan Mecimapro pada tahun 2015 setelah melalui berbagai rintangan sejak 2010. Ia juga mengaku bahwa sifatnya yang terkadang terkesan sombong dan dingin adalah cara untuk menutupi rasa kurang percaya dirinya.
"Di banyak kesempatan, saya pun mungkin terkesan sombong dan dingin karena menutupi rasa kurang percaya diri saya. Sejak kecil, saya hanya bisa belajar sehingga saya tidak banyak berteman sampai akhirnya saya menjadi pengacara,"
ungkapnya.
Melani menegaskan bahwa semangatnya untuk mempersembahkan yang terbaik tidak pernah padam meskipun perusahaannya jauh dari kata sempurna. Ia pun berharap dapat segera menyelesaikan masalah yang ada dan kembali berkarya.
"Kondisi perusahaan kami sedang tidak baik namun saya percaya kami akan dapat bangkit berkat dukungan banyak pihak yang percaya pada kami,"
tulisnya.
Di akhir suratnya, ia juga menaruh harapan pada sistem hukum di Indonesia untuk memberikan keadilan serta memohon adanya perlindungan dari kementerian terkait, mengingat kontribusi Mecimapro sebagai bagian dari pemasukan devisa negara selama lebih dari 10 tahun.
"Saya membungkukkan diri memohon maaf sekali lagi yang sebesar-besarnya,"
tutup Melani.
Sementara itu, Polda Metro Jaya resmi menetapkan Direktur PT Melani Citra Permata, yang lebih dikenal dengan sebutan Mecimapro, Fransiska Dwi Melani, sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana penggelapan dana yang dilaporkan PT Media Inspirasi Bangsa (MIB).
Perkara ini diketahui bermula dari konser musik K-Pop TWICE di Jakarta pada Desember 2023 lalu.
Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pada September 2025, PMJ resmi menetapkan Fransiska Dwi Melani sebagai tersangka. Tak hanya itu, Melani juga telah ditahan atas kasus dugaan penggelapan dan penipuan.