Melawan Zaman: Tukang Becak Bogor Berjuang di Tengah Modernisasi

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 13x dilihat
Melawan Zaman: Tukang Becak Bogor Berjuang di Tengah Modernisasi


BOGOR, aiotrade—
Di tengah lalu lintas yang terus bergerak dan perkembangan moda transportasi yang semakin modern, keberadaan becak di Kota Bogor kian terpinggirkan. Di Pasar Kebon Kembang, barisan becak yang terparkir rapi menjadi saksi bahwa profesi ini masih dipertahankan sebagian orang, meski pendapatan tak lagi pasti dan persaingan semakin berat.

Beberapa pengayuh becak yang sudah lanjut usia tetap setia menunggu penumpang. Salah satunya Karsun (62). Dengan becak berwarna biru yang catnya mulai pudar, ia menghabiskan hari-harinya di sekitar pasar, berharap ada pelanggan yang membutuhkan jasanya. “Karena enggak ada yang lain. Kerja sudah susah. Kerja lapangan yang lain juga susah,” ujarnya ketika ditemui aiotrade, Jumat (7/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Karsun telah mengayuh becak sejak era Orde Baru, merantau dari Jawa ke Bogor. Dulu, becak menjadi moda utama di kota. Kini, hadirnya ojek online, motor pribadi, dan mobil membuat becak kehilangan tempatnya. Dulu, kata Karsun, becak adalah raja jalanan. Para pedagang, ibu-ibu pasar, dan pelajar berebut naik becak setiap pagi. Namun, kini ia hanya mengandalkan ibu-ibu ke pasar atau orang tua yang sudah tak sanggup berjalan ke depan gang.

Rutenya tidak menentu. Ia bangun pagi, duduk di becaknya, lalu menunggu keberuntungan menghampiri. Namun setiap hari, peluang itu makin kecil. “Kadang sampai jam 16.00 enggak ada penumpang sama sekali. Kalau gitu, paling utang ke warung,” tutur dia.

Dulu dipukul aparat, sekarang digempur modernisasi
Karsun mengingat masa-masa ketika tukang becak kerap dianggap mengganggu lalu lintas dan diperlakukan keras oleh aparat. “Pakai dodol (pentungan) itu kan, karet, dari belakang. Sampai sehari tiga kali,” kenangnya. Ia bercerita para tukang becak sering dipukuli hanya karena berebut jalur dengan angkot di sekitar pasar. Dulu dipukuli aparat. Sekarang digerus modernisasi. Hidup Karsun seakan selalu berada di persimpangan yang tidak memihak.

Pendapatan tukang becak kini tidak bisa ditebak. Hari ini bisa dapat Rp 20.000. Besok mungkin tidak ada sama sekali. “Sekarang ini baru ini (dapat penumpang). Jam 07.00 tadi baru keluar,” katanya. Padahal dulu, meski tarif kecil, ia bisa membawa pulang cukup banyak untuk makan keluarga. “Dulu walaupun tarikan murah, bisa 10 liter beras sehari, malah lebih. Karena belum ada saingan kayak ojol,” ungkap Karsun.

Kini, tekanan datang dari perkembangan zaman. Becak bukan lagi moda utama. Banyak yang beralih profesi atau menjual becaknya sebagai besi rongsok. Dari ribuan becak yang pernah memenuhi Bogor—Karsun menyebut jumlahnya dulu mencapai 6.000—kini hanya tersisa ratusan. “Sekarang kemarin kumpul cuma 300 (becak),” ujarnya. Bahkan di beberapa tempat, becak sudah hilang sama sekali, digantikan ojek motor dan “caktur” (becak motor).

Becak masih dibutuhkan warga
Sebagian warga Bogor masih mengandalkan becak, terutama di pasar dan permukiman padat. “Kalau ke pasar pasti saya naik becak. Soalnya kalau jalan kaki berat banget bawa sayur,” kata Asri (56), pengguna becak langganan. Menurut dia, becak praktis, mudah dipanggil, dan bisa masuk gang sempit—keunggulan yang tidak dimiliki kendaraan lain. Selain itu, pengemudi becak biasanya membantu mengangkat barang belanjaannya yang berat.

Ikatan antara Asri dan pengemudi becak langganannya juga tercipta karena kedekatan yang sudah terjalin bertahun-tahun. “Abang becaknya sudah langganan saya sejak lama. Kalau saya bawa barang berat, dia bantu angkat juga,” kata Asri. Menurut Asri, ada beberapa kelebihan becak yang membuatnya tetap relevan, terutama di wilayah perkampungan dan akses menuju pasar.

Becak untuk wisata dan zona terbatas
Warga lain seperti Isan (25) melihat potensi becak sebagai moda wisata tradisional. Ia menilai bahwa becak masih relevan bila dikelola dengan cara yang tepat. “Lebih cocok untuk kawasan wisata dan perkampungan. Di area kayak itu, justru becak punya fungsi yang nggak bisa diganti transportasi lain,” katanya.

Isan melihat potensi becak sebagai daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman lebih santai dan bernuansa tradisional. Menurut dia, penataan zonasi dapat menjadi solusi agar becak tetap hidup tanpa mengganggu lalu lintas. Ia juga mendukung pembatasan becak di jalan utama demi menjaga kelancaran lalu lintas.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno turut menilai peran becak telah bergeser. Becak tidak lagi menjadi angkutan utama, melainkan transportasi pendukung jarak pendek. Djoko menyebutkan, kondisi fisik para pengayuh becak saat ini menjadi salah satu alasan mengapa becak tak lagi realistis dipertahankan sebagai moda transportasi harian di perkotaan.

“Sekarang tukang becak itu rata-rata usianya sudah di atas 60 tahun. Jadi saya kira, becak-becak itu sekarang untuk wisata saja,” kata Djoko. Menurut Djoko, peran becak sebagai alat transportasi umum sudah jauh bergeser dibandingkan satu hingga dua dekade lalu. Kini, becak lebih tepat ditempatkan pada zona terbatas seperti kawasan wisata, ruang publik, atau perumahan-perumahan yang jalannya sempit dan tidak dapat dijangkau kendaraan bermotor.

Ia juga menekankan bahwa fungsi becak saat ini pada dasarnya telah berubah menjadi moda “feeder” atau penghubung jarak pendek. “Jadi bisa dibilang peran becak saat ini sebagai transportasi hanya untuk di daerah-daerah wisata atau di perumahan sebagai feeder,” kata Djoko.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan