Melda Safitri: Mengapa Perempuan Tak Ingin Cantik?

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Melda Safitri: Mengapa Perempuan Tak Ingin Cantik?
Melda Safitri: Mengapa Perempuan Tak Ingin Cantik?

Kisah Melda Safitri: Perceraian yang Terjadi Dua Hari Sebelum Suami Jadi PPPK

Melda Safitri, seorang wanita asal Aceh Singkil, Provinsi Aceh, kini menjadi perbincangan publik setelah kisahnya viral di media sosial. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dicerai oleh suaminya hanya dua hari sebelum sang suami resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Suaminya, yang diketahui bernama JS, adalah anggota Satpol PP Aceh Singkil. Pada 15 Agustus 2025, JS memberikan talak kepada Melda, hanya dua hari sebelum ia menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PPPK.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peristiwa ini langsung menarik perhatian masyarakat luas. Melda kini kembali ke kampung halamannya di Aceh Selatan bersama anak-anaknya. Ia mengunggah cerita hidupnya melalui akun Facebook pribadinya dan unggahan tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial.

Tidak hanya menarik simpati dari masyarakat, kasus ini juga membuat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Singkil turun tangan untuk memeriksa JS. Bahkan, seorang pengusaha skincare asal Aceh, Shella Saukia, juga menunjukkan kepedulian terhadap kisah Melda.

Faktor Ekonomi dan Kehidupan Berumah Tangga

Dalam wawancara dan unggahan media sosialnya, Melda mengungkapkan bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan rumah tangganya. Ia menyebut kesulitan membeli bedak dan tekanan finansial selama masa pernikahannya.

"Tekanan finansial sangat berat, hingga situasi menegangkan usai saya diceraikan," ujarnya. Melda juga mengungkapkan bahwa perceraian yang dilakukan suaminya sangat menyakitkan baginya, karena impian untuk memiliki keluarga bahagia dengan anak-anaknya kandas.

Ia menjelaskan bahwa suaminya pergi dari rumah dan pulang ke rumah orangtuanya. "Dia tidak mau pulang, dia tetap kekeuh untuk menceraikan saya, mungkin karena saya kurang sempurna," katanya sambil menunjukkan rasa ikhlas.

Penampilan dan Kehidupan Sehari-hari

Melda juga menyebut bahwa kemungkinan besar suaminya menceraikannya karena penampilannya. Ia mengatakan bahwa penampilannya kurang menarik dan tidak menyenangkan hati suami.

"Bagaimana bisa perempuan tidak ingin cantik? Tapi kan faktor ekonomi juga," tambahnya. Ia juga menyampaikan bahwa jika ia berusaha membeli bedak, maka kebutuhan keluarganya akan terganggu.

Meskipun begitu, Melda tetap mengakui bahwa suaminya telah berusaha mencari nafkah. Namun, ia menyebut bahwa usaha suaminya sering kali tidak berhasil mendatangkan hasil.

Kronologi Perceraian

Melda menceritakan kronologi lengkap peristiwa yang membuat rumah tangganya berakhir. Menurutnya, suaminya marah karena tidak ada nasi dan lauk di rumah. Saat itu, ia sedang menjual gorengan di depan rumah dan belum sempat memasak karena tidak ada bahan.

Pada hari berikutnya, suaminya kembali marah dan memancing emosi Melda. Pertengkaran tak terhindarkan. Melda bertanya, "Apa salah saya? Kamu tidak memberi uang belanja, jadi apa yang saya masak?" Namun, suaminya justru semakin emosi.

Setelah itu, suaminya masuk ke kamar, mengemasi pakaian, lalu pergi dengan sepeda motor. Sebelum keluar rumah, ia mengucapkan kata talak kepada Melda. "Dia bilang, 'kamu meledak, saya ceraikan 1, 2, 3'," ujar Melda mengulang perkataan suaminya.

Sejak hari itu, Melda tidak pernah lagi bertemu dengan suaminya. Ia diblokir dari semua kontak dan hanya mengetahui kabar suaminya dari tetangga. "Tidak ada telepon, tidak ada kabar. Semua kontak saya diblokir. Kalau ada keperluan pun dia titip pesan lewat orang lain," ungkapnya.

Kehidupan Baru Melda

Sekarang, Melda berjuang bertahan hidup dengan berjualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumah. "Dari jualan kecil itu saya biayai anak-anak. Kadang jualan sayur dan cabai juga," ujarnya.

Melda kini tinggal di rumah orang tua di Aceh Selatan, berusaha memulai hidup baru bersama dua anaknya. "Semoga Allah ganti dengan yang lebih baik. Saya cuma ingin fokus pada anak-anak," pungkasnya.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan