Melihat Kembali Investasi Hulu Migas Shell di RI Sejak 2023

admin.aiotrade 14 Nov 2025 4 menit 15x dilihat
Melihat Kembali Investasi Hulu Migas Shell di RI Sejak 2023

Perusahaan Migas Shell Kembali Berinvestasi di Hulu Migas RI

Perusahaan migas asal Inggris, Shell plc, kembali menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di sektor hulu migas Indonesia. Shell telah mengajukan studi bersama (joint study) terkait lima wilayah kerja (WK) migas yang mencakup area daratan (onshore) dan lepas pantai (offshore). Studi ini dilakukan dalam kolaborasi dengan perusahaan migas asal Kuwait, Kufpec.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut informasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), studi bersama akan dilakukan di wilayah Sulawesi Barat untuk area onshore. Sementara itu, untuk WK lepas pantai, studi akan dilakukan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Tahap studi bersama ini menjadi angin segar bagi rencana investasi Shell di sektor hulu migas Indonesia. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah meninggalkan pasar Indonesia setelah memutuskan untuk keluar dari proyek Abadi Masela yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2029.

Shell Upstream Overseas Services (I) Limited (SUOS), anak usaha Shell plc, telah menyelesaikan penjualan 35% participating interest di Blok Masela kepada PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn Bhd pada Oktober 2023.

Potensi Wilayah Kerja Migas

Kabar kembalinya Shell ke Indonesia mulai muncul saat acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2025 yang diselenggarakan Mei lalu. SKK Migas menyebutkan bahwa ada sekitar 25 perusahaan yang tertarik melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia.

“Ada perusahaan migas besar seperti TotalEnergies dan Chevron yang sudah komitmen untuk datang. Shell juga Alhamdulillah,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto saat ditemui di sela-sela acara IPA Convex 2025.

Menurut Djoko, kondisi ini sangat positif bagi industri hulu migas Indonesia. Selain eksplorasi, beberapa perusahaan juga sedang menjalankan studi bersama, baik yang sudah selesai maupun sedang dalam proses.

Alasan Shell Kembali Berinvestasi

Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas, Nanang Abdul Manaf, menjelaskan alasan perusahaan migas global seperti Shell kembali berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, mereka ingin memperoleh temuan atau potensi migas berukuran besar (giant discovery).

Dalam beberapa tahun terakhir, industri hulu migas Indonesia berhasil menemukan dua penemuan besar gas. Pertama, sumber gas di Geng North sebesar 5,3 triliun kaki kubik (TCF) dan kedua adalah temuan gas di South Andaman mencapai 2 TCF.

Prospek investasi hulu migas Indonesia juga ditandai dengan pengerjaan proyek-proyek migas jumbo. “Itu juga tanda-tanda bahwa Indonesia punya prospek yang sangat bagus untuk bisa menemukan giant discovery,” kata Nanang.

Wilayah Indonesia Timur dinilai memiliki potensi besar, meskipun memiliki risiko yang lebih tinggi karena keterbatasan data. “Peluang untuk bisa mendapatkan cadangan besar biasanya di daerah frontier atau terluar,” ujarnya.

Selain itu, Shell dan perusahaan lainnya juga melakukan evaluasi portofolio. Karena mereka memiliki banyak konsesi di berbagai negara, mereka mencari potensi temuan besar untuk memperkuat posisi mereka di pasar global.

Kebijakan Fiskal yang Mendukung Investasi

Kebijakan fiskal Indonesia juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kembalinya perusahaan migas internasional. Contohnya, Indonesia memberikan kontrak bagi hasil sampai 50% untuk area-area yang berisiko. “Itu artinya kita sudah mulai memberikan karpet merah buat perusahaan-perusahaan internasional untuk datang ke Indonesia,” kata Nanang.

Bisnis Hilir Migas Shell

Tidak hanya berinvestasi di hulu migas, Shell juga melebarkan sayap bisnisnya di hilir migas melalui pengoperasian stasiun bahan bakar umum (SPBU). Bisnis ini dimulai oleh Shell pada akhir 2005 dengan membuka SPBU pertama di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang.

Berdasarkan data per Januari 2024, Shell memiliki lebih dari 200 SPBU yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sumatra Utara. Namun, sejak tengah tahun lalu, Shell memutuskan menutup seluruh ritel SPBU-nya di Sumatra Utara.

Bisnis SPBU Shell dalam setahun terakhir mengalami gangguan pasokan BBM yang berimbas pada kosongnya stok BBM. Paling parah terjadi sejak Agustus 2025 hingga saat ini, kala perusahaan tidak lagi mendapatkan tambahan impor BBM setelah stok kuota habis.

Pemerintah telah menetapkan kuota total 487 ribu kl pada 2025. Meski realisasi kuota mencapai 99,94% untuk RON 92, 99,66% untuk RON 95, dan 99,77% untuk RON 98, prognosa kebutuhan pasokan tambahan hingga akhir 2025 masih cukup besar.

Pasokan BBM di SPBU Shell Indonesia saat ini masih kosong. President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengatakan perusahaan belum mencapai kesepakatan impor dengan Pertamina Patra Niaga untuk mengatasi kelangkaan pasokan BBM SPBU swasta yang sudah terjadi sejak Agustus 2025.

“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini belum mencapai kesepakatan business-to-business (B2B) terkait aspek komersial untuk pasokan base fuel dari Pertamina Patra Niaga,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pembahasan secara bisnis dengan Pertamina masih berlanjut. Di saat yang sama, perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar produk BBM jenis bensin tersedia kembali di jaringan SPBU Shell sesuai standar keselamatan operasional, prosedur, dan pedoman pengadaan BBM serta standar bahan bakar berkualitas tinggi Shell secara global.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan