Membuka Ruang untuk Rendah Hati

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 11x dilihat
Membuka Ruang untuk Rendah Hati
Membuka Ruang untuk Rendah Hati

Perumpamaan Orang Farisi dan Pemungut Cukai

Pada sebuah lukisan yang tergantung di dinding Gereja Lutran di Leiden, karya seniman Belanda Barent Fabritus menggambarkan perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam Lukas 18:9-14. Lukisan ini terbagi menjadi empat bagian. Di bagian tengahnya, terlihat orang Farisi dan pemungut cukai sedang berdoa. Wajah orang Farisi menengadah dan diterangi cahaya saat ia berlutut di depan altar. Gerakan tangan kanannya menunjuk kepada dirinya sendiri sementara tangan kirinya menunjuk kepada orang lain. Sementara itu, pemungut cukai digambarkan di balik pilar besar, terkena bayangan pilar tersebut dengan wajah tertunduk.

Di sisi kiri dan kanan lukisan, terdapat dua bagian lain yang terpisah dari pemandangan Bait Allah oleh pilar-pilar besar. Di kedua bagian itu, kedua orang tersebut digambarkan meninggalkan Bait Allah. Di sisi kiri, orang Farisi dan iblis bertanduk dan bersayap memakai topeng. Ini adalah simbol dari kemunafikan orang Farisi. Namun di sisi kanan, tergambar pemungut cukai meninggalkan Bait Allah dalam penyertaan malaikat di belakangnya. Tertulis “Yang satu dari mereka pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan”. Lukisan Fabritus tidak meninggalkan keraguan siapa yang dimaksud Yesus itu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Lukisan ini berhasil menyampaikan kritik Yesus terhadap beberapa orang yang menganggap dirinya benar sehingga merasa layak masuk dalam Kerajaan Allah dan memandang orang lain rendah. Orang Farisi menganggap dirinya benar, namun tidak dibenarkan oleh Allah. Sementara itu, pemungut cukai datang ke Bait Allah untuk berdoa dengan kesadaran bahwa dirinya tidak layak di hadapan Tuhan. Ia memohon belas kasih kepada Tuhan dan pulang sebagai seorang yang dibenarkan Allah.

Perumpamaan ini disampaikan Yesus sebagai pengajaran tentang kerendahan hati yang harus menjadi sikap para murid-Nya. Kerendahan hati di hadapan Allah dan sesama membuka ruang bagi Allah untuk memberikan kasih-Nya kepada para murid-Nya. Konsekuensinya, para murid-Nya yang menerima kasih-Nya harus juga menghidupkannya. Di samping itu, kerendahan hati juga mewujud dalam kehidupan religius seperti berdoa, mendengar firman Tuhan, beribadah, melakukan pelayanan, dan lainnya.

Dalam situasi saat ini, sangat diperlukan ruang untuk rendah hati sehingga naluri hidup tiap orang terbiasa menyambut kehendak Tuhan, untuk mendisiplin rohani dan saling berbagi serta menguatkan. Kiranya setiap kita membuka diri akan karya Roh Kudus yang mendorong kita untuk terus membuka hati, memberi ruang bagi kerendahan hati. Amin.




Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan