Memburu Saham Ritel AMRT, MIDI, MPPA Saat Daya Beli Naik Akibat BLT

admin.aiotrade 21 Okt 2025 4 menit 26x dilihat
Memburu Saham Ritel AMRT, MIDI, MPPA Saat Daya Beli Naik Akibat BLT


aiotrade.app,
JAKARTA — Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh pemerintah kepada 35,4 juta kepala keluarga menjadi sentimen positif yang memengaruhi kinerja saham emiten-emiten peritel. Dari AMRT hingga MPPA, sejumlah perusahaan mengalami kenaikan signifikan dalam perdagangan saham.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali meluncurkan bantuan langsung tunai (BLT) tambahan untuk masyarakat dengan kategori desil 1 hingga desil 4 atau BLT Kesra senilai Rp900.000 selama bulan Oktober hingga Desember 2025. BLT Kesra akan dialirkan dari dana pemerintah ke 35,4 juta keluarga penerima manfaat dengan estimasi total nilai mencapai Rp30 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di lantai bursa, sejumlah saham emiten peritel mencatatkan kinerja positif sepanjang perdagangan Senin (20/10/2025), bertepatan dengan dimulainya pencairan BLT Kesra.

Beberapa contoh antara lain:

  • Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melejit 5,63% ke level Rp2.250. Sebulan terakhir, emiten pengelola Alfamart itu sudah membukukan kenaikan harga saham sebesar 18,11%.
  • Saham PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) naik 4,72% ke posisi Rp444.
  • Saham PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) menguat 5% ke level Rp63 per saham.
  • Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik tipis 0,4% ke posisi Rp1.270.
  • Saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) menguat 1,03% ke level Rp394.
  • Saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) naik 1,92% ke posisi Rp424 per saham.

Selain emiten peritel, beberapa saham emiten konsumer juga melaju kencang pada perdagangan kemarin. Contohnya:

  • Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) ditutup naik 9,47% ke Rp2.080 per saham.
  • Saham PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Tbk. (ULTJ) naik 1,89% ke Rp1.350.
  • Saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik 1,83% ke Rp2.270.
  • Saham PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) naik 3% ke level Rp515.
  • Saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) naik 1% ke posisi Rp5.050 per saham.

Karinska Salsabila Priyatno, analis Mirae Asset Sekuritas, menyebut bahwa pemerintah tetap menggulirkan sejumlah program bantuan sosial seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), bantuan beras, dan BLT Desa untuk menjaga daya beli rumah tangga. Namun, rencana pemberian diskon tarif listrik sebesar 50% resmi dibatalkan, sehingga tidak akan ada tekanan disinflasi tambahan dari sisi administered prices.

“Hal ini menegaskan bahwa stimulus fiskal yang diberikan bersifat sangat terarah dan tidak masif, sehingga dampaknya terhadap inflasi diperkirakan terbatas,” ujarnya dalam riset, Selasa (21/10/2025).

Dengan inflasi inti yang masih tangguh dan ketidakpastian eksternal yang tinggi, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,50% sepanjang sisa tahun 2025 demi menjaga stabilitas rupiah.

Sebelumnya, Equity Analyst OCBC Sekuritas Jessica Leonardy dalam risetnya menilai saham emiten peritel seperti AMRT memiliki prospek yang kuat didukung sejumlah faktor. “Pelonggaran kebijakan moneter dan paket ekonomi pemerintah yang suportif mendorong belanja konsumen,” tulis Jessica dalam risetnya dikutip Bisnis pada Rabu (8/10/2025). Selain itu, same store sale growth (SSSG) yang tangguh, ekspansi gerai yang berkelanjutan serta fundamental yang solid juga mendorong prospek saham emiten peritel seperti AMRT.

Laba Alfamart atau AMRT misalnya masih naik 4,98% YoY menjadi Rp1,88 triliun pada semester I/2025, dibandingkan Rp1,79 triliun pada semester I/2024. Lalu, MAPI mencatatkan kenaikan laba 6,48% YoY menjadi Rp960,92 miliar pada semester I/2025, dibandingkan Rp899,33 miliar pada semester I/2024. Hanya saja, ACES mencatatkan laba sebesar Rp292,86 miliar pada semester I/2025, turun 19,92% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp365,76 miliar.

OCBC Sekuritas sendiri merekomendasikan buy untuk AMRT dengan fair value mencapai Rp2.900 per lembar. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan pemerintah memberikan stimulus yang tujuannya mendongkrak daya beli. Selain itu, saham emiten peritel akan mendapatkan dorongan dari momen perayaan Natal dan tahun baru. Sektor-sektor ekonomi seperti ritel diperkirakan mendapat manfaat besar dari lonjakan belanja konsumen dan perjalanan liburan pada akhir tahun.

Dia merekomendasikan add untuk MAPI dengan target harga di level Rp1.440. Kemudian, ACES direkomendasikan accumulative buy dengan target harga di level Rp555 per lembar.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan