Mempertahankan Budaya Sumba Melalui Tenun Alami

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Mempertahankan Budaya Sumba Melalui Tenun Alami


aiotrade
Pewarna alam yang digunakan dalam tenun Sumba merupakan warisan budaya yang sangat berharga dan selaras dengan tren eco-fashion saat ini. Kain yang dihasilkan menggunakan benang kapas dan pewarna alami memiliki keindahan yang sulit untuk dikalahkan oleh kain yang menggunakan bahan sintetis. Namun, proses pembuatan tenun dengan pewarna alam tidaklah mudah. Prosesnya memakan waktu lama dan melibatkan beberapa tahapan seperti pengumpulan bahan, ekstraksi, hingga pencelupan.

Seiring perkembangan zaman, praktik pewarnaan alami mulai ditinggalkan karena membutuhkan keahlian khusus yang semakin langka. Hal ini menyebabkan ancaman terhadap warisan budaya yang telah ada sejak lama. Untuk menjaga keberlangsungan tradisi ini, Bakti BCA mengadakan program pembinaan wastra warna alam. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pelatihan kepada kelompok penenun Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Program ini diikuti oleh 50 penenun dari empat kelompok, yaitu Kambatatana, Wukukalara, Kawangu, dan Prai Kilimbatu. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menekankan bahwa para penenun Sumba Timur merupakan tangan yang menjaga warisan budaya Nusantara.

"Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah penguasaan teknik pewarnaan alami di tengah berkembangnya industri eco-fashion. Melalui program pembinaan yang dilaksanakan bersama WARLAMI, BCA ingin memastikan keahlian penenun tidak hanya terjaga dan berkesinambungan, tetapi juga mampu bersaing di pasar modern," ujar Hera dalam acara yang berlangsung di Sumba pada 12 Desember 2025.

Koleksi wastra yang dihasilkan memiliki motif-motif khas Sumba Timur yang sarat makna filosofis dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Motif-motif ini kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk syair oleh penulis asli Sumba, Diana Timoria. Karya-karyanya seperti "Menenun Rasa, Mengikat Masa" dan "Menenun Ingatan Tentang Tanah Marapu" dibacakan langsung oleh seorang penenun dalam kegiatan tersebut.

Syair-syair ini lahir dari visual dan simbol yang sudah ada dalam tradisi tenun Sumba Timur. Selain itu, syair ini juga merekam hubungan masyarakat dengan alam dan kepercayaan Marapu.

Keragaman Motif Tenun Sumba

Berdasarkan data dari lima provinsi pada 2022, diketahui bahwa kain tenun Sumba memiliki jumlah motif terbanyak dibandingkan daerah lain. Total motif kain tenun yang masih diproduksi mencapai 85 jenis.

Selain meningkatkan nilai estetika dan budaya, penggunaan warna alam juga memperkuat posisi wastra Sumba Timur di pasar eco-fashion berkelanjutan. Produk tenun dengan pewarna alami memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi para penenun dan keluarga mereka.

Dalam rangkaian kegiatan, Duta Bakti BCA Nicholas Saputra turut serta dalam diskusi bersama para penenun sebagai wadah dialog dan pertukaran pengetahuan. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama mengolah pewarnaan dari bahan alami, serta kunjungan ke kebun aneka tanaman bahan warna alam yang dikembangkan oleh kelompok penenun sebagai bagian dari hasil pembinaan.

"Dengan pendampingan yang tepat, tenun tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi kehidupan para penenun,” kata Nicholas.

Program Pembinaan Wastra Warna Alam merupakan salah satu inisiatif Bakti BCA di pilar Bakti Budaya yang telah berjalan sejak 2022. Tujuan utama dari program ini adalah melestarikan tradisi tenun Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas para perajin lokal.

Selain menjangkau Sumba Timur, program ini juga telah dilaksanakan di beberapa wilayah lain di Indonesia, seperti Timor Tengah Selatan dan Baduy, Banten.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan